Asnawi Mungkin Absen saat Indonesia vs Curacao

Baca Juga

MATA INDONESIA, BANDUNG – Timnas Indonesia kemungkinan tak bisa diperkuat Asnawi Mangkualam. Pemain yang berkarier di Ansan Greeners kondisinya tidak fit.

Sejak dipanggil memngikuti pemusatan latihan jelang laga Curacao, kondisi fisik Asnawi memang kurang fit. Shin Tae-yong menyiratkan mantan pemain PSM Makassar itu absen di pertandingan yang digelar pada Sabtu 24 September 2022 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Saat ini, Asnawi masih dalam proses mengembalikan kebugaran fisiknya. Shin Tae-yong kemungkinan takkan memaksanya main.

“Begitu mulai pemusatan latihan pada 19 September, semua berjalan dengan lancar. Hanya Asnawi Mangkualam saja yang kondisinya kurang baik,” ujarnya.

“Selain Asnawi semua baik-baik saja dan kami sudah mempersiapkan tim dengan baik,” katanya.

Jika Asnawi absen, kemungkinan Shin Tae-yong akan memainkan Muhammad Ferrari yang berperan besar meloloskan Timnas U-20 lolos ke putaran final Piala Asia U-20.

Posisinya memang bek tengah, tapi jika Shin Tae-yong memakai formasi 3-4-3, maka Ferrrai biasa ditempatkan di bek tengah kanan. Dua pos lain mungkin ditempati Fachruddin dan Elkan Baggott.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini