AS soal Kerusuhan Berdarah di Myanmar: Mengerikan!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken ikut merespons kerusuhan besar yang terjadi pada Sabtu 27 Maret 2021, yang membuat 91 warga sipil di Myanmar tewas dibantai pasukan keamanan junta militer.

Menurut Blinken, tragedi ini benar-benar mengerikan dan tidak sepantasnya terjadi pada para demonstran anti kudeta.

“Kami ngeri dengan pertumpahan darah yang dilakukan oleh pasukan keamanan Burma, yang menunjukkan bahwa junta akan mengorbankan nyawa rakyat untuk melayani beberapa orang,” kata Blinken, seperti dikutip dari AFP, Sabtu 27 Maret 2021.

Pembantaian para demonstran oleh pasukan keamanan ini kemudian menjadi hari paling berdarah, sejak kudeta militer terjadi pada awal Februari 2021 lalu.

Tragedi berdarah ini adalah bukti nyata, bahwa ancaman militer akan menembak kepala para demonstran benar-benar terjadi.

Seorang juru bicara militer tidak menanggapi panggilan untuk mengomentari 91 pembunuhan yang terjadi hari ini oleh pasukan keamanan maupun serangan pemberontak di posnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini