Arab Saudi Concern terhadap Masalah yang Dialami Palestina

Baca Juga

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Dewan Menteri Arab Saudi kembali menegaskan bahwa Kerajaan Arab Saudi concern terhadap perjuangan Palestina. Masalah yang dialami Palestina juga menjadi kebijakan luar negeri utama pemerintah Arab Saudi.

“Yang Mulia Dr. Majid al Qasabi menyatakan komitmen Kerajaan mendukung pilihan strategis untuk perdamaian dan mematuhi Inisiatif Perdamaian Arab tahun 2002 sesuai dengan resolusi dan hukum internasional,” demikian bunyi pernyataan resmi Saudi Press Agency, melansir English al Arabiya, Rabu, 9 Desember 2020.

“Dan pada kesempatan Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina, pentingnya pendudukan Israel menghentikan pembangunan permukiman di tanah Palestina yang merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan penghambat pencapaian perdamaian permanen dan komprehensif,” tambah pernyataan tersebut.

Akhir pekan lalu, Arab Saudi mengatakan tetap terbuka untuk sepenuhnya menormalisasi hubungan dengan Israel dengan syarat kenegaraan Palestina. Hal ini berdasarkan pernyataan yang dibuat oleh Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan.

Sesi kabinet dipimpin oleh Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al Saud. Selain membahas soal Palestina, para menteri Kerajaan Arab Saudi juga membahas masalah lain, termasuk upaya terbaru menuju pandemi virus corona global.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini