Antisipasi Merebaknya Covid-19, Pemkot Jayapura Tetapkan Pembelajaran Jarak Jauh Lagi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAYAPURA – Pemerintah Kota Jayapura akan memberlakukan lagi pembelajaran jarak jauh kepada pelajar SD dan SMP dan sederajat akibat merebaknya kasus Covid-19.

Untuk mengantisipasi merebak Covid-19, pemkot setempat sudah mengambil langkah-langkah penanganan, termasuk memberlakukan pembelajaran secara daring dan akan membuka kembali karantina terpusat di LPMP Kotaraja.

Memang benar kegiatan belajar mengajar akan kembali dilakukan secara daring,” kata Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano.

Benhur belum tahu pasti apakah varian Omicron sudah masuk Jayapura karena masih menunggu hasil verifikasi yang dilakukan Kementerian Kesehatan.

“Bila melihat lonjakan kasus yang terjadi lagi, ada indikasi varian baru tersebut sudah ada di daerah itu, namun untuk memastikannya harus menunggu pemberitahuan dari pemerintah pusat di Jakarta,” ujarnya.

Aktivitas perekonomian juga akan dibatasi selama pukul 06.00-21.00 WIT, sedangkan masyarakat diminta menerapkan protokol kesehatan, antara lain menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini