Anies Larang ASN Jakarta Terima Parsel Lebaran

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Sudah menjadi tradisi di Indonesia, saling mengirim parsel saat lebaran tiba. Tapi, kali ini, hal itu tak boleh dilakukan lagi, khususnya oleh Aparatur Sipil Negara (ASN).

Buat kalian yang berstatus ASN di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, jangan coba-coba berani menerima bingkisan parsel lebaran. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan hal itu merupakan perbuatan terlarang.

Mengacu pada surat edaran Nomor 42 Tahun 2019 bahwa jajaran Pemprov dilarang menerima gratifikasi baik berbentuk uang, bingkisan, fasilitas dan lain sebagainya yang berhubungan dengan jabatan.

“Jika terlanjur menerima, laporkan. Yang sudah ditolak pun harus dilaporkan,” kata Anies Baswedan di Jakarta, Sabtu 1 Mei 2019.

Jika parsel dalam bentuk makanan atau minuman atau barang mudah rusak, Anies menyarankan agar diteruskan ke panti-panti sosial. Tak lupa, hal itu juga harus dilaporkan Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) Pemprov DKI.

Anies menjelaskan, surat edaran pelarangan gratifikasi sesuai dengan surat edaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Surat KPK itu Nomor B/3956/GTF.00.02/01-13/05/2019 tertanggal 8 Mei 2019.

“Kita merujuk pada KPK. Kita kan punya tradisi sebelum lebaran memberikan parsel, tapi karena aturannya melarang terpaksa kita ikuti, suka atau tidak suka,” ujar Anies.

Anies menegaskan, ASN Pemprov DKI harus mengikuti aturan yang berlaku. Bahkan, ia menyebut, pada tahun 2018 Pemprov DKI menang berada di posisi pertama se-Indonesia dalam pengendalian gratifikasi. 

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini