Ancaman Terorisme Membebani Eropa

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Presiden Emmanuel Macron mendesak negara-negara di Eropa untuk segera merespons terkait masukan Prancis yang ingin memperketat perbatasan di Benua Biru guna mencegah apa yang ia sebut sebagai “ancaman terorisme.”

Macron juga mengatakan perjanjian Schengen Uni Eropa yang memungkinkan orang untuk melintasi perbatasan dengan bebas perlu direformasi.  Kebijakan ini ia ambil menyusul serangan yang menewaskan delapan orang di Paris, Nice, dan Wina dalam kurun waktu satu bulan.

Sebagai catatan, melalui perjanjian Schengen, orang-orang di Uni Eropa dizinkan dengan bebas melewati batas negara tanpa harus menunjukkan paspor mereka. Akan tetapi, pemeriksaan perbatasan negara mulai berlaku beberapa bulan terakhir menyusul pandemi virus corona.

“Ancaman terorisme membebani seluruh Eropa. Kita harus segera merespons,” tegas Macron usai membahas masalah tersebut dengan Merkel, Kanselir Austria, Sebastian Kurz, Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte, dan para pejabat tinggi di Brussels, pusat Uni Eropa.

Senada dengan Macron, Kanselir Jerman juga menuntut kontrol yang lebih ketat di sepanjang perbatasan luar wilayah Schengen –yang menyatukan 26 negara, termasuk sebagian besar anggota Uni Eropa serta Islandia, Norwegia, Swiss, dan Liechtenstein.

“Sangat penting untuk mengetahui siapa yang datang dan siapa yang meninggalkan wilayah Schengen,” kata Kanselir Jerman, Angela Merkel.

Kanselir Kurz juga menyerukan rencana yang lebih terkoordinasi untuk menangani militan asing, sementara Perdana Menteri Rutte menekankan pembiayaan asing yang “tidak diinginkan” sebagai langkah penting untuk mengatasi ekstremisme.

Gagasan ini sekaligus menerapkan tuntutan yang lebih ketat pada platform online untuk memerangi ekstremisme, mendirikan lembaga khusus Eropa untuk melatih para imam Muslim, dan mampu secara efektif mendeportasi orang-orang yang tidak memiliki klaim suaka di Eropa, serta penjahat dan terdugra ekstremis.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pengalihan Distribusi Minyakita: Masyarakat Lebih Mudah Dapatkan Minyak Goreng Terjangkau

Oleh : Nindia Rizki Fitri*Pemerintah mempertegas komitmennya dalam menjaga keterjangkauan kebutuhan pokokmasyarakat melalui kebijakan pengalihan seluruh pasokan Minyakita ke pasar rakyat. Langkahtersebut menjadi strategi yang tepat untuk memastikan minyak goreng bersubsidi benar-benardapat diakses oleh masyarakat luas, khususnya kelompok berpenghasilan menengah ke bawahyang selama ini sangat bergantung pada ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau. Kebijakan ini juga mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memperbaiki tata keloladistribusi pangan agar lebih efektif, tepat sasaran, dan mampu menjawab berbagai tantanganyang muncul di lapangan.Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa seluruh pasokan Minyakita kinidifokuskan untuk pasar rakyat sehingga masyarakat lebih mudah memperoleh minyak goreng dengan harga terjangkau. Kebijakan ini sekaligus menghentikan alokasi Minyakita untukprogram bantuan pangan dan mengarahkan distribusinya langsung kepada konsumen melaluijaringan perdagangan rakyat. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah berupayamemastikan komoditas strategis ini hadir di tempat yang paling dekat dengan kebutuhanmasyarakat sehari-hari.Pengalihan distribusi ini juga memperlihatkan adanya pendekatan yang lebih adaptif dalampengelolaan bantuan pangan. Pemerintah tidak lagi bergantung pada satu jenis komoditastertentu, melainkan menyesuaikan bantuan dengan kondisi pasar dan kebutuhan masyarakat. Ketika harga suatu komoditas mengalami penurunan, pemerintah dapat melakukan penyerapanmelalui berbagai program sosial, termasuk program Makan Bergizi Gratis. Pendekatan ini tidakhanya membantu menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga memberikan perlindungan kepadapetani dan peternak agar harga produk mereka tetap stabil.Dari perspektif ekonomi rakyat, keberadaan Minyakita di pasar tradisional memiliki arti yang sangat penting. Pasar rakyat masih menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat Indonesia, terutama di daerah-daerah yang belum sepenuhnya terjangkau oleh jaringan ritel modern. Dengan memastikan pasokan Minyakita tersedia secara memadai di pasar rakyat, pemerintahsecara tidak langsung memperkuat peran pasar tradisional sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Pedagang kecil memperoleh kepastian pasokan, sementara masyarakat mendapatkan aksesterhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.Keberhasilan kebijakan ini tentu tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak. Kementerian Perdagangan terus melakukan koordinasi dengan produsen,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini