Anak-Anak Akhirnya Diizinkan Ikut Mudik, Asal Sudah Dapat Vaksin Dosis Dua

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA– Setelah mendengarkan dinamika masyarakat, Pesiden Jokowi akhirnya membolehkan anak-anak dan remaja di bawah 18 tahun yang sudah mendapat vaksin kedua melakukan mudik Lebaran.

“Bapak Presiden juga mendengarkan dinamika dari masyarakat bahwa kita memang mensyaratkan booster kalau tidak mau di tes antigen atau PCR untuk mudik.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, hal itu berdasarkan keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Untuk menjawab dinamika di masyarakat terkait syarat wajib perjalanan mudik, Presiden Jokowi juga mendengarkan dinamika dari masyarakat.

Saat ini pemerintah pusat kedua orang yang menyintai saya mengirim kembali uang yang sudah dikantongi tersebut,

“Jadi bisa mendampingi orang tuanya untuk mudik tanpa perlu tes PCR atau Antigen, asal vaksinasi sudah dua kali,” sebutnya.

Menkes juga mengungkapkan, sejauh ini sudah 392 juta dosis vaksin yang telah diberikan kepada 198 juta masyarakat Indonesia.

Budi pun turut mengucapkan terima kasih pemerintah kepada seluruh pihak yang membantu mempercepat dan melaksanakan program vaksinasi di Indonesia.

“Sudah hampir 200 juta dalam waktu 15 bulan. Ini pencapaian yang luar biasa, tadi kami sampaikan terima kasih yang tidak terhingga kepada Gubernur, kepala daerah, Bupati, Walikota, khususnya juga TNI, Polri, BIN, yang luar biasa membantu vaksinasi ini sehingga sudah bisa mencapai hampir 200 juta masyarakat Indonesia mendapatkan akses kepada vaksinasi,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini