Amerika Serikat Menyebut, 300 Pesawat Boeing 737 Alami Cacat di Bagian Sayap

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Pesawat Boeing 737 terus mendapat sorotan terkait jatuhnya dua pesawat dan menewaskan semua penumpangnya. Kabar penyelidikan terbaru, Badan otoritas penerbangan sipil Amerika Serikat, Federal Aviation Administration (FAA) menyatakan terdapat masalah di pesawat Boeing 737.

Lebih dari 300 jet Boeing 737, termasuk Max, terindikasi memiliki bagian sayap yang tidak memenuhi standar sehingga mudah rusak. FAA mengatakan 33 pesawat NG dan 33 Max di AS ikut terindikasi mengalami problem tersebut. Secara global, ada 133 pesawat NG dan 179 Max yang terindikasi masalah tersebut.

FAA akan memerintahkan maskapai untuk melepas dan mengganti suku cadang jika pesawat mereka terindikasi mengalami masalah yang dimaksud. Lebih lanjut, hasil penyelidikan mendapati sebanyak 148 bagian leading edge slat yang merupakan salah satu bagian dari sayap pesawat rentan rusak.

Berkaitan dengan itu, FAA akan mengeluarkan instruksi kelaikan udara yang mewajibkan untuk mengganti suku cadang. Maskapai harus mematuhi dalam waktu 10 hari. Pihaknya telah memperingatkan otoritas penerbangan sipil internasional tentang masalah ini.

Sementara itu, pihak Boeing memastikan untuk melakukan pengecekan secara menyeluruh atas temuan tersebut.

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini