Alhamdulillah, Kompetisi Liga 1 Dapat Lampu Hijau Dilanjutkan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kompetisi Liga 1 awalnya hanya diizinkan menggelar tiga pertandingan. Dinilai lancar, lampu hijau didapat melanjutkan hingga akhir musim.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) menggelar managers meeting Liga 1 2021/2022, Selasa 31 Agustus 2021. Agenda yang dilaksanakan secara virtual tersebut diikuti oleh 18 manajer dari seluruh klub Liga 1.

Selain manajer dari 18 klub, managers meeting Liga 1 2021/2022 dihadiri oleh Waketum PSSI, Iwan Budianto, dan Sekjen PSSI, Yunus Nusi. Sedangkan dari LIB, hadir Direktur Utama, Akhmad Hadian Lukita, Direktur Operasional, Sudjarno, Direktur Bisnis, Rudy Kangdra dan Direktur Keuangan, Anthony Chandra Kartawiria.

Dalam pembahasan awal, Waketum PSSI Iwan Budianto menginformasikan tentang perizinan untuk melanjutkan kompetisi Liga 1 2021/2022 usai dilaksanakan tiga laga pertama dengan pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat.

Iwan juga menjelaskan terkait Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 38 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4, level 3 dan level 2 Corona Virus Disease 2019 di wilayah Jawa dan Bali. Seperti diketahui, dalam instruksi tersebut, pemerintah menginformasikan secara detail tentang kebijakan-kebijakan yang harus dipatuhi dalam pelaksanaan kompetisi Liga 1.

“Alhamdulillah, izin sudah turun dan menjadi tanggung jawab bersama untuk menjalankan kompetisi sesuai dengan arahan pemerintah,” kata Iwan Budianto, dalam keterangan resminya.

Direktur Operasional, Sudjarno dalam pemaparannya kepada klub-klub Liga 1, menjelaskan tentang pelaksanaan kompetisi pada laga-laga berikutnya. Seperti jadwal pertandingan lanjutan pekan 1, pertandingan pekan ke-2, sampai dengan pengaturan akomodasi dan transportasi kepada semua peserta.

“Pertandingan pekan pertama akan kami lanjutkan mulai tanggal 3 September. Kami informasikan kepada semua klub bahwa untuk menjalani pertandingan berikutnya, kami harus menyesuaikan dengan perkembangan PPKM. Harus fleksibel dengan situasi dan kondisi serta patuh dengan arahan dari pemerintah,” kata Sudjarno.

Sementara itu, disepakati pada akhir pekan ini akan dilanjutkan enam pertandingan pada kategori pekan pertama, yakni laga PS TIRA vs Madura United yang akan digelar pada Jumat 3 September. Kemudian keesokan harinya akan dipertandingkan PSIS Semarang vs Persela Lamongan, Borneo FC vs Persebaya, Persib Bandung vs Barito Putera. Sedangkan untuk hari Minggu 5 September dihelat laga PSM Makassar vs Arema FC serta PSS Sleman vs Persija Jakarta.

“Sekali lagi, kompetisi Liga 1 2021/2022 bisa dilanjutkan. Kami memohon dukungan dari masyarakat Indonesia. Tidak perlu datang ke stadion, tidak perlu mengadakan nobar atau berkerumun. Cukup dukung dari rumah saja,” ujar Dirut PT LIB, Akhmad Hadian Lukita.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Upaya Bersama Diperlukan untuk Jaga Situasi Kondusif Saat Idul Fitri

Oleh: Hafidz Ramadhan Pratama Perayaan Hari Raya Idul Fitri yang selalu identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, dinamika sosial, serta potensi kerawanan keamanan, kebutuhan akan sinergi lintas sektor menjadisemakin mendesak untuk diwujudkan secara konkret. Stabilitas keamanan dan ketertibanmasyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan jugamemerlukan dukungan aktif dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga peran strategismedia sebagai penyampai informasi yang membentuk persepsi publik. Dalam konteks ini, menjaga suasana kondusif bukan sekadar upaya teknis, tetapi juga merupakan bagian darikomitmen kolektif dalam merawat persatuan di tengah keberagaman. Kapolda Jawa Timur Irjen Nanang Avianto menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasiantara kepolisian dan media melalui momentum buka puasa bersama insan pers yang tergabungdalam Pokja Polda Jatim. Kegiatan yang turut dihadiri Wakapolda Jatim Brigjen Pasma Royce serta jajaran pejabat utama tersebut menjadi simbol bahwa komunikasi yang terbuka dansinergitas yang solid merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas daerah, khususnya saatada agenda nasional dan Idul Fitri. Dalam pandangannya, insan pers memiliki posisi strategissebagai mitra kepolisian dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepadamasyarakat, sehingga mampu mencegah berkembangnya informasi yang menyesatkan. Irjen Nanang Avianto juga melihat bahwa media tidak hanya berfungsi sebagai penyampaiinformasi semata, tetapi juga berperan sebagai penyejuk di tengah dinamika sosial yang berkembang. Dalam situasi yang rawan terhadap provokasi dan penyebaran informasi yang tidakterverifikasi, media diharapkan mampu menghadirkan pemberitaan yang edukatif sertamembangun opini publik yang konstruktif. Dengan demikian, masyarakat tidak mudahterpengaruh oleh isu-isu yang dapat memicu keresahan atau konflik. Ia menekankan bahwaketerbukaan informasi publik merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mewujudkantransparansi dan akuntabilitas, yang pada akhirnya akan memperkuat kepercayaan masyarakatterhadap institusi negara. Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Maluku melalui Wakil Gubernur Abdullah Vanath turutmengingatkan pentingnya menjaga harmoni dan memperkuat toleransi antarumat beragama, terutama karena perayaan Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi berlangsung dalam waktu yang berdekatan. Abdullah Vanath menilai bahwa masyarakat Maluku memiliki pengalaman panjangdalam menjaga kebersamaan, sehingga diharapkan mampu mempertahankan kondisi yang amandan damai. Ia menegaskan bahwa masyarakat saat ini telah menunjukkan kedewasaan dalamkehidupan sosial, sehingga tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berupaya memecahbelah persatuan. Abdullah Vanath juga mengingatkan bahwa pengalaman masa lalu harus dijadikan pelajaran agar konflik serupa tidak kembali terulang. Menurutnya, tidak ada alasan bagi masyarakat untukkembali pada situasi yang pernah menimbulkan perpecahan. Justru, momentum perayaankeagamaan harus dimanfaatkan untuk memperkuat rasa persaudaraan dan saling menghormati. Dalam konteks ini, toleransi bukan hanya menjadi konsep normatif, tetapi harus diwujudkandalam sikap nyata, seperti menghormati pelaksanaan ibadah masing-masing umat beragama. Langkah konkret juga ditunjukkan melalui koordinasi yang dilakukan Pemerintah ProvinsiMaluku dengan forum komunikasi pimpinan daerah, tokoh agama, serta aparat keamanan. Sinergi ini bertujuan memastikan bahwa seluruh potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini, sehingga perayaan hari besar keagamaan dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Pendekatankolaboratif ini menunjukkan bahwa stabilitas tidak dapat dicapai secara parsial, melainkanmelalui kerja sama yang terintegrasi. Hal senada juga disampaikan Kapolda Nusa Tenggara Barat Irjen Pol Edy Murbowo S.I.K. M.Si. yang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan danketertiban wilayah saat perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Dalam keterangannya, Irjen Edy Murbowo menekankan pentingnya menjagakebersamaan dan memperkuat nilai-nilai toleransi sebagai fondasi utama dalam menciptakanstabilitas keamanan. Ia menilai bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk hiduprukun, melainkan kekuatan yang dapat memperkokoh persatuan. Irjen Edy Murbowo juga melihat bahwa momentum perayaan dua hari besar keagamaan yang berdekatan dapat menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan antarumat beragama. Iamengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan masing-masing agar tetapaman dan kondusif, sehingga seluruh rangkaian perayaan dapat berjalan dengan tertib dan penuhkedamaian. Seruan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keamanan bukan hanya tanggungjawab aparat, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh warga. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah telah menunjukkan berbagai capaian signifikan dalammenjaga stabilitas nasional, mulai dari keberhasilan mengendalikan inflasi terutama saat haribesar keagamaan, peningkatan efektivitas pengamanan arus mudik melalui koordinasi lintasinstansi, hingga penguatan layanan publik berbasis digital yang semakin memudahkanmasyarakat dalam mengakses informasi dan layanan. Selain itu, upaya memperkuat moderasiberagama serta pendekatan humanis yang dilakukan aparat keamanan juga berkontribusi dalammenciptakan suasana yang lebih kondusif di berbagai daerah, sehingga kepercayaan publikterhadap pemerintah terus meningkat. Dengan melihat berbagai upaya yang telah dilakukan oleh aparat keamanan, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat, dapat disimpulkan bahwa menjaga situasi kondusif saat Idul Fitrimembutuhkan komitmen bersama yang berkelanjutan. Sinergi antara media, pemerintah, danmasyarakat harus terus diperkuat agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi dengan baik. Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa diajak untuk terus menjaga persatuan, meningkatkantoleransi, serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai, sehinggamomentum Idul Fitri benar-benar menjadi ajang mempererat kebersamaan dan memperkuatharmoni sosial di Indonesia. *) Peneliti Keamanan Dalam Negeri dan Komunikasi Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini