Aksi Beli Asing Tinggi, IHSG Kokoh di Zona Hijau

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,93 persen ke level 4.941 pada Rabu 3 Juni 2020. Melansir data RTI Bussines, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih sejumlah Rp 1,5 triliun di seluruh pasar.

Kepala riset Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan, pergerakan IHSG sepanjang hari ini ditopang oleh menguatnya saham sejumlah sektor pembentuk indeks. Di mana, saham sektor pertanian (+3,21 oersen) dan keuangan (+3,19 persen). Sebanyak 47 saham terpantau menguat, 11 saham menurun, dan 13 saham tidak mengalami perubahan.

“Saham-saham produsen CPO juga melonjak, setelah harga CPO malaysia kembali mengalami penguatan sebesar 1,03 persen memberikan indikasi kuat diatas 2.000 Ringgit per metrik ton,” ujarnya Rabu sore.

Sementara dari luar negeri, laju IHSG juga dibayangi oleh optimisme pemulihan ekonomi yang dipercepat dari pandemi corona pasca indikator indeks manufaktur yang mulai mengalami ekspansi di beberapa negara.

Indonesia pun mengalami tanda-tanda yang cukup baik setelah sebelumnya merilis data indeks manufaktur dan tingkat inflasi terkendali menyambut new normal yang direncanakan pemerintah.

“Aksi beli investor asing tercatat yang terbesar pada pasar reguler diperdagangan hari ini sebesar Rp 1,51 Triliun rupiah dimana saham BBCA menjadi yang terbesar dibeli investor asing tercatat net buy 963.59 miliar rupiah,” katanya.

Sebagai info, pada perdangangan hari ini 11,3 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp 12,87 triliun.

Adapun volume saham yang diperdagangkan pada pagi ini sebanyak 11,462 juta, dengan transaksi sebesar Rp 14,013 miliar saham dan jumlah frekuensi sebanyak 849 kali.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Flu Singapura Tak Ditemukan di Bantul, Dinkes Tetap Waspadai Gejala yang Muncul

Mata Indonesia, Bantul - Dinkes Kabupaten Bantul menyatakan bahwa hingga akhir April 2024 kemarin, belum terdapat kasus flu Singapura yang teridentifikasi. Namun, Dinkes Bantul tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. "Kami belum menerima laporan terkait kasus flu Singapura di Bantul. Kami berharap tidak ada," ujar Agus Tri Widiyantara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Sabtu 4 Mei 2024.
- Advertisement -

Baca berita yang ini