Ahli: Belum Ada Obat Covid19, Ini Cara Ampuh Hentikan Penularan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Hingga kini belum ada obat spesifik yang digunakan untuk melawan infeksi Covid19. Justru pencegahan yang dilakukan dengan disiplin merupakan cara ampuh menghentikan pandemi ini.

Hal itu diungkapkan Edukator Covid19, dr RA Adaninggar melalui pesan yang diterima Mata Indonesia News, Kamis 20 Mei 2021.

“Ironis sekali usaha-usaha pencegahan seperti protokol kesehatan, vaksin, dan testing justru banyak ditolak, misinformasinya sangat banyak,” ujar perempuan yang dipanggil Dokter Ning tersebut.

Menurutnya saat ini banyak warga Indonesia termasuk orang berpendidikan tinggi sangat percaya pada testimoni soal kemanjuran suatu obat, termasuk herbal untuk menyembuhkan Covid19.

Dokter Ning mengingatkan bahwa infeks virus pada dasarnya tidak memerlukan obat khusus untuk bisa sembuh karena bisa dilawan sistem imun yang sehat.

Saat ini banyak orang tidak rasional yang mempercayai begitu saja testimoni soal obat pabrik maupun herbal yang bisa menyembuhkan infeksi Covid19.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini