Agust Parengkuan Meninggal, Goenawan Mohammad Mengenang dengan Sajak Kematian

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Satu lagi wartawan senior berpulang. Setelah Aristides Katoppo 29 September lalu, hari ini 17 Oktober 2019 terdengar kabar August Parengkuan meninggal dunia. Goenawan Mohammad mengenangnya dengan sajak kematian.

Kabar yang beredar di grup-grup WhatsApp berbunyi, “Telah berpulang ke rumah Bapa, ayah kami tercinta, Bp August Parengkuan, pada hr ini Kamis 17/10/19 Jam 5.50 WIB.”

Hal itu diperkuat pernyataan tokoh pers senior Goenawan Mohammad, salah seorang pendiri Kerajaan Tempo.

Melalui akun twitternya, GM begitu Goenawan sering dipanggil, mengenang sahabatnya tersebut dengan sebuah sajak. Sajak itu adalah karya Subagio Sastrowardojo.

“August Parengkuan, sahabat, beristirahatlah dalam damai. Setelah Tides (Aristides Katoppo), Anda menyusul. Saya ingat sajak Subagio Sastrowardojo:

Dan kematian makin akrab, seakan kawan berkelakar

Yang mengajak tertawa-itu bahasa semesta yang dimengerti,” begitu GM mencuitkan perasaannya melalui akun goenawan mohamad @gm_gm, Kamis 17 Oktober 2019.

Agust banyak menghabiskan karir kewartawanannya di Harian Umum Kompas. Selain itu dia juga dipercaya mengelola telivisi milik Kompas Grup.

Terakhir dia diberi kepercayaan pemerintah menjadi Duta Besar Indonesia untuk Italia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi dan Jalan Indonesia Menuju Negara Industri Maju

*) Oleh : Viola AnastasiaIndonesia tengah berada pada momentum penting dalam menentukan arahpembangunan ekonominya di masa depan. Selama bertahun-tahun, Indonesia dikenalsebagai negara pengekspor bahan mentah seperti batu bara, nikel, kelapa sawit, hingga hasil tambang lainnya. Pola ekonomi semacam ini memang mampu menghasilkan devisa, tetapi nilai tambah yang diperoleh negara masih relatif terbatas. Ketika bahan mentah dijual langsung ke luar negeri tanpa diolah, keuntungan terbesarjustru dinikmati oleh negara pengimpor yang mengubah bahan tersebut menjadiproduk jadi bernilai tinggi. Karena itu, kebijakan hilirisasi hadir sebagai strategi besaruntuk mengubah struktur ekonomi Indonesia agar tidak lagi bergantung pada eksporbahan mentah semata.Hilirisasi pada dasarnya merupakan proses pengolahan sumber daya alam menjadi produk setengah jadi atau produk jadi yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Dalam konteks industri nikel misalnya, Indonesia tidak lagi hanya mengekspor bijih mentah, tetapi mulai membangun smelter dan industri turunan seperti bahan baku bateraikendaraan listrik....
- Advertisement -

Baca berita yang ini