Agen Intelijen Ganda Inggris dan Rusia Tutup Usia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – George Blake dikabarkan wafat pada Sabtu, 26 Desember 2020. Pria ini diketahui pernah bekerja untuk badan intelijen Inggris, M-16 dan badan intelijen Rusia, KGB di masa perang dingin.

Kabar kematiannya disampaikan oleh juru bicara kantor intelijen Rusia, SVR, Sergei Ivanov. Blake menghembuskan nafas terakhir pada usia ke-98 di Moskow, Rusia.

“Petugas intelijen legendaris George Blake telah meninggal dunia,” ujar seperti dikutip dari AFP.

Kabar kematian Blake juga mendapat perhatian dari Presiden Rusia, Vladimir Putin. Putin yang juga mantan agen KGB menyatakan rasa duka cita atas kepergian Blake.

Dalam sebuah pesan yang dirilis di situs resmi Kremlin, Putin menyatakan Blake telah memberikan kontribusi yang tak bernilai untuk memastikan strategi paritas menjaga kedamaian di bumi.

Semasa hidupnya, George Blake dikenal sebagai mantan anggota kelompok pejuang Belanda pada masa Perang Dunia II. Ia kemudian bergabung menjadi agen M-16. Di saat masih menjadi intelijen Inggris itu, Blake diketahui bergabung sebagai agen Uni Soviet pada 1950an.

Petualangan Blake sebagai agen ganda kemudian terbongkar pada 1961. Dia lalu dihukum penjara selama 42 tahun oleh Inggris. Namun, baru lima tahun menjalani hukuman, dia berhasil kabur bersama tiga rekannya di satu sel.

Setelah berhasil kabur, Blake diam-diam menyeberang ke Jerman Timur lalu pergi ke Uni Soviet. Di Moskow, Blake mendapatkan sambutan baik. Bahkan, ia diberi pangkat kolonel oleh badan intelijen Rusia.

Belakangan diketahui, Blake bergabung dengan Soviet setelah menyaksikan pengeboman oleh pasukan Amerika Serikat (AS) ke populasi sipil saat Perang Korea.

Kepada Soviet, Blake diketahui telah membocorkan hingga ratusan nama agen M16. Ia juga membuka terowongan rahasia di Berlin Timur, Jerman, yang digunakan untuk melakukan kegiatan mata-mata bagi Soviet.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi Papua Jalan Strategis Menuju Kebangkitan Ekonomi Timur Indonesia

Oleh: Petrus Yoman Kambu* Hilirisasi di Papua kini tampil sebagai wajah baru pembangunan nasional yang berkeadilan dan berorientasi masa depan. Kebijakan ini bukan sekadar strategi ekonomiteknokratis, melainkan manifestasi nyata komitmen negara untuk memastikan bahwakekayaan alam Papua dikelola secara berdaulat, bernilai tambah tinggi, dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Di tengah dinamikaglobal yang kompetitif, langkah terintegrasi antara pemerintah pusat, pemerintahdaerah, dan investor internasional menunjukkan bahwa Papua tidak lagi ditempatkansebagai hinterland komoditas mentah, tetapi sebagai episentrum pertumbuhan baruyang diperhitungkan di pasar dunia. Langkah konkret tersebut tercermin dari fasilitasi pertemuan 21 investor Eropa denganperwakilan daerah penghasil kakao seperti Kepulauan Yapen, Jayapura, dan ManokwariSelatan. Forum ini membahas pengembangan industri kakao secara komprehensif darihulu hingga hilir, termasuk penetrasi pasar ekspor. Anggota Komite EksekutifPercepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Billy Mambrasar, menegaskan bahwaPapua Sehat, Papua...
- Advertisement -

Baca berita yang ini