AFNI: Fintech Bantu Tingkatkan Taraf Hidup Pelaku UMKM

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) saat ini tengah menjadi sorotan di masa pandemi covid-19. Pasalnya, mereka tetap bertahan walau perekonomian di tanah air sedang terpukul.

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFNI) berupaya untuk membantu pemerintah mendorong pertumbuhan UMKM. Salah satunya dengan pinjaman yang bisa didapatkan pelaku usaha agar bisa bertahan hidup.

“Kita berupaya membantu mendorong pertumbuhan UMKM, seperti kita tahu 50 persen PDB itu di-support oleh UMKM yang bisa menyediakan lapangan kerja hingga 97 persen,” kata Wakil Ketua Bidang Humas AFPI yang juga CEO Mekar, Pandu Aditya.

Namun, kata dia, sayangnya 60 persen di antaranya belum memperoleh fasilitas pendanaan dari perbankan

Ia mengatakan AFNI telah menyalurkan jumlah pinjaman lebih dari Rp 194 triliun ke pengguna. Pihaknya optimis di akhir tahun 2021, jumlah pinjaman tersebut bisa mencapai Rp300 triliun.

Selain itu, dia menambahkan sampai saat ini sudah ada 131 penyelenggara yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan 57 diantaranya telah memiliki izin usaha.

Pandu mengatakan manfaat fintech ini adalah khususnya dirasakan bagi mereka yang unbanked dan underserved untuk mengakses kredit.

Berikut ini manfaat fintech pinjaman online pendanaan bersama:

  1. Mempermudah masyarakat yang unbanked dan underserved untuk mengakses kredit
  2. Mempermudah layanan finansial
  3. Dapat meningkatkan taraf hidup melalui pengembangan dana yang lender lakukan maupun dengan cara lainnya
  4. Membantu UKM mendapatkan modal usaha berbunga rendah
  5. Mendukung inklusi keuangan nasional
  6. Membantu mengisi credit gap di Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Gerai Koperasi Merah Putih sebagai Penghubung Ekonomi Desa

Oleh: Citra Kurnia Khudori)*Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) hadir sebagai wajah barupenguatan ekonomi desa yang semakin terorganisir, modern, dan berdaya saing. Inisiatif ini tidak hanya membangun unit usaha, tetapi juga menciptakan ekosistemdistribusi yang lebih efisien dengan memperpendek rantai ekonomi dari produsenlangsung ke konsumen, sehingga nilai tambah dapat dirasakan lebih optimal oleh masyarakat desa.Keberadaan gerai koperasi menjadi sarana strategis dalam memperluas aksespasar bagi pelaku usaha lokal. Produk-produk unggulan desa kini memiliki kanaldistribusi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan, membuka peluang peningkatanskala usaha sekaligus memperkuat posisi ekonomi masyarakat. Melalui pendekatanini, KDKMP berperan sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan yang mendorong kemandirian dan pertumbuhan ekonomi dari tingkat desa.Lebih dari itu, Gerai KDKMP merepresentasikan semangat kemandirian ekonomiberbasis gotong royong. Dengan pengelolaan yang tepat, gerai ini berpotensimenjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.Untuk diketahui, hingga akhir Maret 2026, pembangunan KDKMP menunjukkanprogres signifikan. Puluhan ribu titik kini telah memasuki tahap Pembangunan. Sementara itu, lebih dari 3.000 unit sudah rampung dan siap dimanfaatkanmasyarakat dalam waktu dekat. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan, dalamwaktu dekat pemerintah akan mulai mendistribusikan berbagai komoditas untukmengisi unit-unit KDKMP tersebut. Ia berharap KDKMP menjadi pusat distribusipangan dan kebutuhan masyarakat di tingkat desa....
- Advertisement -

Baca berita yang ini