Adik Ahok Minta Prabowo Selesaikan Masalah Ini

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Adik kandung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Fifi Lety Tjahaja Purnama bertemu Prabowo Subianto, Senin 15 April 2019. Salah satu alasannya mengharapkan Ketua Umum Partai Gerindra itu melakukan rekonsiliasi dari semua masalah sejak 2012.

“Segala sesuatu Yg dimulai tahun 2012 dengan baik seharusnya dipersatukan kembali di 2019, Dalam Kedamaian & Cinta Kasih Indonesia tidak terpecah belah, Indonesia bersatu dalam damai,” begitu pernyataan Fifi melalui akun instagramnya, Selasa 16 April 2019.

Fifi mengungkit keberhasilan dukungan Prabowo terhadap Jokowi dan kakaknya Ahok pada pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012.

Padahal, menurutnya, saat itu banyak kalangan menyangsikan kemenangan Jokowi-Ahok. Menurut Fifi hal itu karena istilah “double-minoritas” yang ada pada kakaknya.

Namun, kondisi politik lima tahun sesudahnya yaitu pada 2017 justru berbalik 180 derajat. Ahok justru dijadikan batu pijakan memecah belah bangsa dengan membawa isu primordial dan politik identitas pada pemilihan Gubernur DKI Jakarta.

Karena itu, Fifi sepertinya ingin Prabowo mengambil peran agar semua yang sudah retak ini dipersatukan kembali 2019.

Dia ingin tanggal 17 April 2019 menjadi hari permulaan yang baik penuh dengan damai dan kasih.

Berita Terbaru

Arah Kebijakan Fiskal Presiden Dorong Optimisme Dunia Usaha

Oleh: Hanif Putra )*Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal(KEM-PPKF) RAPBN 2027 membawa optimisme baru bagi dunia usahadan arah pembangunan ekonomi nasional. Pemerintah menunjukkan keyakinan bahwa Indonesia memiliki fondasiekonomi yang kuat untuk menghadapi tekanan global sekaligusmempercepat pertumbuhan nasional dalam beberapa tahun mendatang.Kehadiran langsung Presiden Prabowo dalam menyampaikan kerangkakebijakan fiskal dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuatkepercayaan publik dan pelaku usaha. Pemerintah ingin memastikanbahwa arah pembangunan ekonomi nasional berada dalam kendali yang jelas, terukur, dan berpihak pada kepentingan rakyat.Presiden Prabowo menegaskan Indonesia memiliki modal besar berupabonus demografi, pasar domestik yang luas, serta kekayaan sumber dayaalam yang melimpah. Pemerintah memandang kombinasi tersebutmenjadi kekuatan utama untuk mendorong pertumbuhan ekonominasional yang lebih mandiri dan berdaya saing tinggi.Pemerintah Indonesia optimistis pasar domestik nasional memilikikapasitas yang sangat besar dan mampu menjadi penggerak utamapertumbuhan ekonomi. Dengan jumlah penduduk yang besar dan konsumsi masyarakat yang terus berkembang, pemerintah menilaiIndonesia memiliki peluang menjadi salah satu pusat pertumbuhanekonomi dunia.Selain itu, Presiden Prabowo juga memaparkan ketangguhan ekonomiIndonesia melalui capaian ekspor sejumlah komoditas strategis sepanjang2025. Pemerintah mencatat minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduanbesi menjadi penyumbang devisa besar bagi negara dengan nilaimencapai lebih dari US$65 miliar atau sekitar Rp1.100 triliun per tahun.Pemerintah menilai capaian tersebut menunjukkan posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai perdagangan global. Potensi ekonominasional juga dinilai masih sangat besar karena Indonesia memilikisumber daya strategis lain seperti nikel, tembaga, logam tanah jarang, minyak bumi, dan kekayaan maritim yang belum dimaksimalkansepenuhnya.Melihat besarnya potensi tersebut, pemerintah berkomitmen memperkuattata kelola ekonomi dan meningkatkan efektivitas pengelolaan anggarannegara. Presiden Prabowo menilai peningkatan rasio penerimaan negara terhadap produk domestik bruto menjadi langkah penting agar kemampuan fiskal Indonesia semakin kuat dan mampu mendukungpembangunan jangka panjang.Pemerintah Indonesia juga mendorong upaya introspeksi nasional dalampengelolaan ekonomi agar kekayaan alam Indonesia benar-benarmemberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Langkah ini dinilaipenting untuk memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus mengurangiketergantungan terhadap tekanan ekonomi global.Arah kebijakan fiskal yang disampaikan Presiden mendapat sambutanpositif dari kalangan parlemen. Anggota DPR RI Fraksi PKS,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini