Ada-ada Saja! Petani Tua Ini Tewas Gegara Kesetrum Jebakan Tikus Listrik

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Umur benar-benar tak ada yang tahu kapan berakhir. Sama seperti nasib Purno Diharjo (70), seorang petani tua asal Desa Jambanan, Sidoharjo, Sragen yang tewas akibat kesetrum jebakan tikus listrik yang dipasangnya di sawah.

Purno tersengat listrik dari kawat jebakan tikus yang ia pasang tersebut sampai meninggal dunia. Peristiwa ini terjadi pada Rabu 24 Juli 2019 sekitar pukul 11.30 WIB.

Jenazah Purno ditemukan oleh temannya yang melintas di kawasan sawah tersebut. Saat ditemukan, Purno sudah meninggal dunia dan mengalami luka bakar parah di bagian tangan.

Kepala Desa Jambanan, Sugino Welly mengatakan, korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di areal sawah. Posisi tangan korban memegang kawat yang digunakan untuk jebakan tikus.

“Tangannya gosong kesetrum listrik jebakan tikus. Korban meninggal di lokasi dan langsung dievakuasi warga ke rumahnya,” kata Sugino.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Menurut Sugino, saat kejadian korban bermaksud membetulkan jaringan perangkap tikus.

Namun karena kelalaian, korban lupa tak mematikan listrik saat memegang kawat bendrat. Akibatnya korban tersetrum.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini