80 Tahun Berkibar, Surat Kabar Tertua Malaysia Terpaksa Tutup

Baca Juga

 

MINEWS, JAKARTA – Satu lagi surat kabar yang telah terbit sejak puluhan tahun, terpaksa harus tutup karena tergerus zaman. Ya, surat kabar itu bernama Utusan Melayu, sebagai surat kabar tertua yang terbit di Malaysia sejak 80 tahun lalu.

Kabarnya, Utusan Melayu sebagai salah satu media grup Harian Kosmo akan berhenti terbit pada Rabu 20 Agustus 2019 besok. Alasan keuangan dan pembiayaan operasional jadi masalah utama surat kabar legendaris tersebut.

Kabar tutupnya Utusan Melayu atau nama lainnya Utusan Malaysia diketahui dari pemberitahuan seorang anggota Serikat Pekerja Utusan Malaysia (NUJ). Serikat tersebut melakukan unjuk rasa di depan gedung Utusan Melayu di Kuala Lumpur, Senin 19 Agustus 2019 kemarin.

Pekerja yang tak ingin disebutkan namanya tersebut berkata Utusan Melayu telah lama menanggung utang yang berat, ditambah kerugian selama dua tahun terakhir, membuat perusahaan bahkan tak mampu membayar gaji karyawannya selama tiga bulan terakhir.

Bahkan, akibat kerugian dan utang yang berlarut-larut, hingga kini Utusan Melayu kesulitan melunasi pembayaran bekas staf mereka yang mengajukan pensiun dini pada November 2018 lalu.

Tapi sebenarnya Utusan Melayu tak benar-benar sepenuhnya tutup. Utusan Melayu akan beroperasi dengan menggunakan platform digital.

Mantan pemimpin redaksi Utusan Melayu, Tan Sri Johan Jaffaar, turut bersedih dengan berakhirnya surat kabar yang terbit selama 80 tahun tersebut.

“Surat kabar muncul 1939 dipimpin oleh Pak Rahim Kajai dan Yusof Ishak yang kemudian menjadi presiden Singapura pertama. Kesedihan menyelubungi saya,” ujar Johan Jaffar.

Sementara itu terkait penutupan Utusan Melayu dan Kosmo, Serikat Pekerja dari The New Strait Times Press (NUJ NSTP) Malaysia bakal melakukan aksi penggalangan dana untuk menalangi gaji karyawan yang tertunggak.

Berita Terbaru

Apresiasi Aparat Keamanan Tangkap Petinggi OPM Paniai Papua

Satuan Tugas (Satgas) Damai Cartenz berhasil menangkap petinggi Organisasi Papua Merdeka (OPM) Paniai bernama Petrus Pekei, yang mana pernah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini