40 Ribu Personel Brimob Amankan Hari Pencoblosan 17 April

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-40.831 personel Brimob diterjunkan Polri untuk mengamankan hari pemungutan suara Pemilu 2019 pada 17 April mendatang. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan puluhan ribu personel Brimob tersebut akan disebar ke seluruh wilayah Indonesia.

“Kami sudah menyiapkan pasukan dari Brimob dalam rangka melakukan penebalan-penebalan di setiap Polda untuk membantu apabila terjadi sesuatu di sana,” ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Rabu 11 April 2019.

Dedi menyampaikan fokus pengamanan akan dilakukan pada tiga waktu, yakni saat pencoblosan, penghitungan suara, serta setelah penghitungan suara. Pihaknya juga telah lebih dulu mendeteksi potensi kerawanan saat pemilu berlangsung. Pemetaan tersebut dilakukan untuk menyiapkan berbagai skema pengamanan.

Selain itu, kata dia, para personel yang dikerahkan telah melakukan mitigasi jika terjadi konflik saat pemilu. Dedi juga mengungkapkan bahwa personel di setiap daerah telah disiapkan untuk ditarik ke daerah lain yang membutuhkan tambahan pasukan untuk melakukan pengamanan.

Selain soal pengamanan di hari pemungutan suara, Polri juga menerjunkan 287 personel polisi untuk mengamankan proses pendistribusian logistik Pemilu 2019, seperti kotak dan surat suara.

Ratusan personel tersebut terdiri dari 205 personel polisi di tingkat polres dan 82 personel tambahan dari Brimob. Seluruh personel itu diterjunkan di 41 lokasi logistik pemilu.

“Dari 41 lokasi perusahaan diamankan oleh tingkat Polres masing-masing lokasi lima (personel), kemudian di-back up lagi 82 (personel) dari Brimob,” katanya.

Lokasi-lokasi yang diamankan tersebut, yakni enam lokasi di Jakarta, enam lokasi di Jawa Tengah, 12 lokasi di Jawa Timur, 12 lokasi di Jawa Barat, dua lokasi di Bali, satu lokasi di Banten, dan dua lokasi di Sulawesi Selatan.

Berita Terbaru

Bersama Menyempurnakan Program Kopdes Merah Putih

Oleh: Yusuf RinaldiPembangunan ekonomi desa merupakan fondasi penting bagi terwujudnyapemerataan kesejahteraan nasional. Karena itu, langkah pemerintah menghadirkanProgram Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) layakdiapresiasi sebagai upaya menghidupkan kembali semangat ekonomi kerakyatanyang berlandaskan gotong royong dan kekeluargaan. Program ini bukan sekadar membentuk koperasi baru, tetapi membangun ekosistemekonomi desa yang lebih produktif, mandiri, dan berkelanjutan. Tentu, sebagaimanaprogram strategis lainnya, implementasinya perlu terus disempurnakan agar manfaatnya semakin optimal bagi masyarakat.Sejak awal, Presiden Prabowo Subianto menempatkan koperasi sebagai instrumenstrategis untuk memperkuat ekonomi rakyat. Pilihan tersebut memiliki landasanhistoris yang kuat. Mohammad Hatta pernah menegaskan bahwa koperasimerupakan sokoguru perekonomian nasional yang berlandaskan asas kekeluargaandan gotong royong. Karena itu, keberhasilan Kopdes Merah Putih tidak boleh hanyadiukur dari banyaknya koperasi yang berdiri, melainkan dari kemampuannyameningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.Komitmen pemerintah untuk terus menyempurnakan Program Kopdes Merah Putih juga tercermin dari langkah Komisi VI DPR...
- Advertisement -

Baca berita yang ini