36 Warga Korsel Meninggal Dunia Setelah Disuntik Vaksin Flu

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-36 orang di Korea Selatan meninggal dunia diduga karena vaksinasi influenza. 11 kematian baru dilaporkan pada Jumat 23 Oktober 2020 dimana korban meninggal berusia antara 17 hingga 70 tahun.

Remaja berusia 17 tahun adalah yang pertama dilaporkan meninggal selama kampanye pemerintah untuk memvaksinasi sekitar 30 juta dari populasi 52 juta demi mencegah komplikasi virus corona, menurut laporan Reuters, 23 Oktober 2020.

Kekhawatiran atas suntikan vaksin flu musiman semakin meningkat menyusul bertambahnya korban jiwa.

Meskipun tidak ada hubungan yang dikonfirmasi antara kematian dan vaksin flu baru-baru ini, ketakutan publik meningkat di Korea Selatan atas program penyuntikan vaksin flu.

Badan forensic Korea Selatan mengatakan tidak menemukan hubungan langsung antara kematian seorang anak laki-laki berusia 17 tahun, kasus kematian pertama yang dilaporkan setelah mengikuti program vaksinasi flu.

Otoritas kesehatan Korea Selatan telah menegaskan kembali bahwa program vaksinasi flu musiman yang diprakarsai oleh negara akan terus berlanjut, dengan alasan tidak ada hubungan langsung antara vaksinasi flu dan kematian.

“Penghitungan yang dilaporkan hanya menghitung kematian setelah vaksinasi, dan itu tidak berarti kematian disebabkan oleh suntikan vaksin flu,” kata KDCA.

Beberapa kota baru-baru ini memerintahkan lembaga medis di wilayah mereka untuk sementara waktu menghentikan vaksinasi influenza menyusul kasus kematian baru-baru ini.

Korea Selatan telah mendorong skema vaksinasi influenza gratis untuk menyuntik sekitar 19 juta orang, termasuk remaja dan warga lanjut usia.

KDCA mengatakan penyelidikan menyeluruh sedang dilakukan untuk menemukan penyebab pasti dari kematian baru-baru ini, serta penyelidikan epidemiologi, termasuk autopsi terhadap sembilan kasus.

Program vaksinasi gratis yang diperluas tahun ini dalam upaya mencegah potensi “twindemic” selama musim dingin, melibatkan lima produsen obat besar termasuk GC Pharma dan Ilyang Pharmaceutical Co.

Pakar kesehatan setuju bahwa orang harus menerima suntikan vaksin flu sebelum musim influenza tiba karena lebih banyak kematian dapat terjadi akibat komplikasi serius yang dipicu oleh flu, seperti pneumonia.

Sekitar 3.000 kematian terkait komplikasi flu dilaporkan setiap tahun di Korea Selatan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini