23 Ribu Bangunan Rampung, Kopdes Merah Putih Bersiap Gerakkan Ekonomi Desa

Baca Juga

MataIndonesia, Jakarta – Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mulai memasuki tahap operasional setelah pembangunan sekitar 23 ribu bangunan koperasi rampung di berbagai daerah. Pemerintah kini mempercepat proses verifikasi dan validasi sekaligus menyiapkan penempatan puluhan ribu manajer untuk menjalankan kegiatan usaha koperasi.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan sebanyak 28.626 manajer KDKMP telah melewati proses rekrutmen dan pelatihan. Surat Keputusan (SK) pengangkatan juga telah disiapkan beserta ketentuan gaji dan tunjangan.

“Manajer-manajer yang kemarin direkrut, dilatih, juga sudah dibuatkan SK-nya dan kemudian sudah ditetapkan besaran gaji dan tunjangannya,” ujarnya.

Para manajer akan ditempatkan secara bertahap pada koperasi yang telah memenuhi kesiapan infrastruktur dan kelengkapan operasional.

“Dan kemudian nanti didistribusikan di seluruh Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih yang bangunan fisik gudang gerai dan alat kelengkapannya sudah selesai dibangun,” jelas Ferry.

Dari sekitar 23 ribu bangunan KDKMP yang telah selesai, sekitar 17 ribu titik masih menjalani proses verifikasi dan validasi. Pemeriksaan dilakukan terhadap aspek administrasi maupun kondisi di lapangan sebelum koperasi dinyatakan siap beroperasi.

Ferry menegaskan kesiapan Kopdes Merah Putih tidak hanya ditentukan oleh penyelesaian pembangunan fisik, tetapi juga kemampuan koperasi menjalankan kegiatan usaha dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Keberadaan Kopdes tidak cukup diukur dari aspek fisiknya, tapi juga dari kemampuan koperasi tersebut untuk beroperasi, melayani anggota, dan memiliki manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Sejumlah KDKMP ditargetkan mulai memasuki tahap soft launching operasional pada Oktober 2026 setelah proses penempatan manajer dan verifikasi kesiapan koperasi selesai.

“Dan mungkin bulan Oktober ini juga sudah mulai soft launching untuk operasionalnya, gitu,” tambah Ferry.

Sebelumnya, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto mengatakan 20 persen hasil KDKMP akan menjadi pendapatan asli desa (PADes).

“Koperasi Desa Merah Putih ini tetap sifatnya sebenarnya dari kepala-kepala desa. Karena dia dilahirkan dari musyawarah desa khusus,” ucapnya.

Menurut Yandri, koperasi tersebut tumbuh dari proses musyawarah dan potensi ekonomi masing-masing desa.

“Jadi ini benar-benar sebenarnya dilahirkan dari desa,” pungkasnya.

Kehadiran Kopdes Merah Putih diharapkan memperluas kegiatan usaha masyarakat, membuka peluang ekonomi baru, serta menambah sumber pendapatan bagi desa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Perkuat Kopdes Jadi Simpul Distribusi Barang Subsidi di Desa

Oleh : Achmad Baskoro )*Penyaluran barang bersubsidi membutuhkan tata kelola yang tidak hanya mampu memastikan ketersediaan pasokan, tetapi juga...
- Advertisement -

Baca berita yang ini