13 Perjalanan Kereta Api Dibatalkan akibat Banjir Jakarta

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA -13 perjalanan kereta api ditunda dan batal akibat banjir di Jakarta. Sejumlah jalur terendam air dan hingga sekarang masih belum surut.

Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta Eva Chairunisa mengatakan penghentian pemberangkatan juga dilakukan karena pondasi batu di sejumlah rel tergerus banjir.

”Dampak cuaca ekstrem di area Daop 1 Jakarta, mengakibatkan perjalanan KA Jarak Jauh terhambat. Hingga kini, ruas jalur pada petak jalan antara Kedunggedeh-Lemah Abang KM 55 +100 sampai dengan KM 53+600 terendam banjir dengan ketinggian air sampai dengan 150 CM,” kata Eva, Minggu 21 Februari 2021.

Pembatalan keberangkatan dilakukan terhadap KA 292 Bengawan (Pasar Senen-Purwosari), KA 130 Dharmawangsa (Pasar Senen-Surabaya Pasar Turi), dan KA 320 Tegal Ekspres (Pasar Senen-Tegal).

Kemudian, KA 302 Serayu (Pasar Senen-Purwokerto), KA 106 Jayabaya (Pasar Senen-Malang), KA 254 Jayakarta (Pasar Senen-Surabaya Gubeng), serta KA Serayu (Pasar Senen-Purwokerto).

Selain dari Stasiun Pasar Senen, ada enam keberangkatan kereta dari Stasiun Gambir yang juga dibatalkan. Pembatalan meliputi KA 38 Argo Parahyangan (Gambir-Bandung), KA 76A Bima (Gambir-Surabaya Gubeng), KA 72A Gajayana (Gambir-Malang), KA 42 Argo Parahyangan (Gambir-Kiaracondong), KA 8A Argo Lawu (Gambir-Solo Balapan), KA 4 Argo Bromo Anggrek (Gambir-Surabaya Pasar Turi).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG dan Komitmen Pemerintah dalam Transparansi Anggaran Jaminan Gizi Berkualitas

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus diperkuat dari sisitata kelola anggaran agar pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan tepatsasaran. Pemerintah menegaskan bahwa setiap komponen pembiayaan dalamprogram ini telah diatur secara ketat dan harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa manfaat program benar-benar dirasakanoleh masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima utama program. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalampelaksanaan MBG menegaskan bahwa anggaran untuk bahan makanan dalamprogram tersebut telah ditentukan secara jelas. Besaran anggaran tersebut beradapada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi makanan, bukan Rp15.000 sepertiyang sempat beredar di masyarakat. Kebijakan ini ditetapkan agar penyedia makanandapat memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang bagi para penerima manfaat tanpamengabaikan prinsip efisiensi anggaran negara. Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa angka Rp13.000–Rp15.000 yang muncul di beberapa sumber tidakmurni untuk bahan makanan, melainkan sudah termasuk biaya operasional, insentifmitra pelaksana, serta kebutuhan pendukung lain. BGN menegaskan bahwa semua penerima manfaat tetap akan memperoleh makananyang bergizi dan aman dikonsumsi. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mengawasi kualitas bahan makanan, memastikan menu sesuai standar gizi yang ditetapkan. Nanik mengatakan Program MBG tetap memperhatikan kelompok prioritas seperti ibuhamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan. Kualitas makanan menjadi prioritasutama agar tujuan gizi masyarakat tercapai secara optimal. Masyarakat juga diberikan ruang untuk melaporkan dugaan penyimpangan dalam menu MBG. BGN memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas program. Dengan penegasan ini, BGN berharap publik memahami bahwa anggaran untuk bahanmakanan MBG tetap sesuai aturan Rp8.000–Rp10.000, dan setiap penerima manfaattetap memperoleh makanan bergizi tanpa mengurangi kualitas. Selain pengaturan standar anggaran, pemerintah juga memperkuat aspek transparansimelalui pengembangan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi. Upaya inidilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan dana dalam program MBG dapat dipantau dan diaudit dengan lebih mudah. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan(Kemenkeu) meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan pada SatuanPelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG. Hal itusesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negaradan peraturan menteri keuangan nomor 168/ PMK.05/ 2015 sttd. PMK 173/PMK.05/2016 dan PMK...
- Advertisement -

Baca berita yang ini