12 Tahun Lagi Fenomena Unik Gerhana Bulan Total Baru Terjadi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Antusiasme masyarakat untuk melihat fenomena unik Gerhana Bulan total begitu tinggi. Hal itu terlihat di dua lokasi berbeda yakni Pantai Ancol dan Lembang Bandung diserbu oleh wisatawan yang pensaran dengan fenomena alam ini.

Fenomena langka ini begitu populer, pasalnya Super Blood Moon bakal terjadi 12 tahun lagi atau pada tahun 2033.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Muhamad Sadly mengatakan bahwa peristiwa gerhana bulan ini sangat spesial. “Fenomena ini sangat langka ya, itu 2033 baru akan terjadi lagi,” ujarnya.

Sadly memaparkan peristiwa Gerhana Bulan Total dapat disaksikan dengan mata telanjang. “Karena ini bisa disaksikan tanpa alat bantu, dan aman untuk dilihat tanpa alat bantu tanpa filter,” katanya.

Mengingat saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19, pemantauan Super Blood Moon di Dermaga Cinta, Pantai Ancol, Jakarta Utara dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, yakni dengan membatasi jumlah media dan pengunjung yang ingin menyaksikan langsung.

Terdapat dua teleskop yang difasilitasi oleh tim BMKG Jakarta untuk memantau Gerhana Bulan Total.

Hal sama terjadi di lokasi pengamatan di Lereng Anteng, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Puluhan warga berdatangan untuk menyaksikan fenomena alam ini.

Pengamatan yang dilakukan di tempat ini dilakukan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bersama Menyempurnakan Program Kopdes Merah Putih

Oleh: Yusuf RinaldiPembangunan ekonomi desa merupakan fondasi penting bagi terwujudnyapemerataan kesejahteraan nasional. Karena itu, langkah pemerintah menghadirkanProgram Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) layakdiapresiasi sebagai upaya menghidupkan kembali semangat ekonomi kerakyatanyang berlandaskan gotong royong dan kekeluargaan. Program ini bukan sekadar membentuk koperasi baru, tetapi membangun ekosistemekonomi desa yang lebih produktif, mandiri, dan berkelanjutan. Tentu, sebagaimanaprogram strategis lainnya, implementasinya perlu terus disempurnakan agar manfaatnya semakin optimal bagi masyarakat.Sejak awal, Presiden Prabowo Subianto menempatkan koperasi sebagai instrumenstrategis untuk memperkuat ekonomi rakyat. Pilihan tersebut memiliki landasanhistoris yang kuat. Mohammad Hatta pernah menegaskan bahwa koperasimerupakan sokoguru perekonomian nasional yang berlandaskan asas kekeluargaandan gotong royong. Karena itu, keberhasilan Kopdes Merah Putih tidak boleh hanyadiukur dari banyaknya koperasi yang berdiri, melainkan dari kemampuannyameningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.Komitmen pemerintah untuk terus menyempurnakan Program Kopdes Merah Putih juga tercermin dari langkah Komisi VI DPR...
- Advertisement -

Baca berita yang ini