1 Tahun Pemerintahan Jokowi, Politikus PAN Apresiasi Soal Pemberantasan Narkoba

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Hari ini, 20 Oktober 2020, genap setahun Joko WidodoMa’ruf Amin memerintah Indonesia. Wakil Ketua Komisi III DPR, Pangeran Khairul Saleh pun memberikan apresiasi atas sejumlah keberhasilan yang dicapai pemerintah. Salah satunya soal pemberantasan narkoba.

Politikus PAN ini menilai selama satu tahun pertama ini, pemberantasan narkoba juga menjadi perhatian serius dari pemerintah.

“Banyak kasus narkoba dari jaringan internasional yang digagalkan oleh aparat penegak hukum,” ujarnya Senin, 19 Oktober 2020.

Pangeran pun berharap agar pemerintah terus fokus mendukung pemberantasan narkoba di dalam negeri, yang saat ini semakin canggih dan rumit.

Tak hanya itu, ia juga menilai pemerintah juga cukup waspada terhadap radikalisme dan terorisme sehingga dapat diantisipasi dengan baik.

“Pemerintah diminta untuk tidak pernah menyerah dan meningkatkan kewaspadaannya terhadap radikalisme dan terorisme,” katanya.

Selain itu, ia menilai bahwa pemerintah memberi dukungan penuh terhadap upaya pemberantasan korupsi. Terlihat dari adanya penangkapan buron kasus korupsi cessie (hak tagih) Bank Bali Djoko Tjandra dan proses penyelesaian kasus PT Asuransi Jiwasraya.

“Kami berharap agar Pemerintahan Jokowi tetap mendukung penyelesaian kasus-kasus korupsi besar lainnya,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kehadiran pemerintah dalam kasus Natuna dan diselesaikan dengan baik. “Ini juga merupakan hal yang positif dan patut diapresiasi karena ketegasan Presiden Jokowi,” katanya.

Pangeran juga meminta agar pemerintah selalu hadir dalam berbagai kesulitan di masyarakat dan menciptakan iklim demokrasi yang kondusif. Dan diharapkan perjalanan satu tahun ini akan menjadi momentum dan loncatan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini