MATA INDONESIA, JAKARTA – Hotel Arbez adalah tempat yang tidak biasa. Bayangkan, hotel ini berada di titik tengah perbatasan.
Tidak ada yang benar-benar istimewa dari kontruksi Hotel Arbez yang berbintang dua. Hanya bangunan berukuran biasa yang di dalam gaya Pegunungan Alpine, dengan balok-balok kayu dan dapur ala pedesaan. Akan tetapi, jika berbicara tentang aspek historis dan geografis, hotel ini memiliki keunggulan yang tidak ditemukan di tempat lain. Setengahnya berada di Perancis dan setengahnya lagi di Swiss. (Mochamad Rizal Saputra)
Berikut tampilan hotel arbez yang unik :
1 dari 8

Letaknya berada persis di perbatasan antara Prancis dan Swiss sehingga ruang-ruang yang ada di dalamnya terbagi ke dalam dua negara. (instagram/mytravlutionofficial)

Sejarah hotel ini dimulai pada abad ke-19, ketika Pemerintah Swiss dan Perancis menyetujui modifikasi perbatasan di Lembah Dappes. (instagram/the.tim.traveller)

Dalam teks perjanjian yang ditandatangani pada 8 Desember 1862 itu dinyatakan bahwa tidak satu pun bangunan yang telah berdiri pada saat ratifikasi akan dipengaruhi oleh modifikasi perbatasan. (instagram/hotelemrooz)

Mengetahui adanya kelonggaran waktu sebelum pengesahan dokumen, seorang pengusaha yang pandai bernama Monsieur Ponthus lantas mengambil keuntungan. (instagram/faridsinaro)

Ia mendirikan sebuah bangunan di lokasi yang akan terbelah oleh perbatasan baru, dengan maksud melakukan bisnis lintas batas. Begitu cerdiknya ia, bangunan ini pun selesai didirikan dalam waktu singkat, tepat sebelum Perjanjian Lembah Dappes resmi berlaku pada Februari 1863. (instagram/hotelemrooz)

Jadi, tatkala perjanjian diratifikasi oleh pemerintah Swiss, bangunan tiga lantai milik Ponthus sudah selesai dengan demikian tidak terpengaruh oleh kebijakan soal perbatasan terbaru. (instagram/latelier2ic)