Karakter Villain Disney yang Layak Dapat Film Orisinal

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pada awal tahun 2014, Disney mulai membuat film yang tidak biasa, di mana salah satu karakter penjahat menjadi karakter utama dan mendapatkan film orisinalnya sendiri. Tokoh ini adalah Maleficent, penyihir jahat dari film Sleeping Beauty (1959). Maleficent mendapatkan film orisinalnya sendiri yang menceritakan kisah dari sudut pandang si penyihir jahat. Maleficent ternyata disukai banyak orang hingga membuat sekuelnya tahun 2019.

Melalui film Maleficent, Disney mencoba untuk mengubah pandangan terhadap para penjahat ini. Hal itu menjadikan karakter tersebut menjadi lebih disukai dan meraih banyak simpati dari para penggemar.

Di tahun 2021, tokoh penjahat dari seri 101 Dalmatian, Cruella, mendapatkan gilirannya dan filmnya meraih kesuksesan yang sangat besar. Dengan kesuksesan Cruella dan Maleficent, Disney mungkin akan mulai mengembangkan film baru dengan karakter penjahat lainnya. Berikut ini adalah karakter villain film Disney yang juga layak mendapatkan film orisinalnya sendiri. (Mutiara Putri Kinasih)

  1. Ursula (The Little Mermaid)
  2. Hades (Hercules)
  3. Queen of Hearts (Alice in Wonderland)
  4. Lady Treimaine (Cinderella)
  5. Captain Hook (Peter Pan)

Berikut tampilan karakter villain disney yang layak dibuat film orisinilnya :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini