Warga Lansia Indramayu Raup Cuan dari Budidaya Jangkrik

Baca Juga

Indramayu – Warga Desa Tegalurung, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat sukses budidaya jangkrik. Dari budidaya serangga herbivora ini, Warsan (62) dapat meraup cuan hingga dua juta dalam sekali panen, Selasa (7/32023).

Warsan awal memulai budidaya dengan kandang yang hanya satu kotak yang ada di halaman rumahnya. Menurut Warsan beternak jangkrik tidaklah sulit, media yang diperlukan kotak kayu, rak bekas telur, kerang dan daun pisang kering.

“Untuk pakan sendiri saya biasa memberikan pelet halus, limbah sayur, dan daun singkong serta daun pisang kering biasa diberikan secara rutin,” jelas Warsan.

Cacahan sayur yang didapat dari pasar dan tambahan pelet halus adalah pakan rutin biasa Warsan berikan. Proses budidaya jangkrik yang dilakoninya terbilang cukup mudah dan sederhana.

“Dua kali sehari harus diberi makan dengan pakan yang didapat cukup mudah, saat waktu panen biasanya sudah ada yang datang ke rumah dan membeli jangkrik”, Jelasnnya.

Meski budidayanya terbilang cukup mudah namun Warsan berpendapat bahwa tidak menutup kemungkinan tetap ada kesulitan yang ditemui dalam pengalamannya selama ini.

“Kalau musim hujan, jangkrik mudah mati karena kondisi cuaca dingin. Sebab kalau hujan terus seperti sekarang bisa banyak yang mati”, ujarnya.

Warsan mengaku dengan bisnisnya budaya jangkrik ini lebih menguntungkan dibandingkan penghasilannya sebagai berprofesi sebagai seorang tukang becak. Dengan penghasilan tambahan tersebut tentu cukup memenuhi biaya keluarganya dengan enam orang anak dan seorang istri.

” Untuk menambah penghasilan, sebelumnya menarik becak, agar mencukupi kebutuhan keluarga. Lalu ada kesempatan budaya jangkrik, pas dicoba awal dalam sebulan dapat 70 kilogram, setelah dijual dapat penghasilan Rp2.000.000,” pungkas Warsan.

Kini Warsan memiliki empat kotak tempat budaya jangkrik yang dapat dipanen setiap harinya sedikitnya dapat hingga lima kilogram.

“Jangkrik biasa saya jual dengan harga Rp30.000 sampai Rp45.000 per kilogram. Harga naik turun tergantung banyaknya permintaan, ” ucap dia.

Tidak sampai disitu, Relawan Inspirasi Rumah Zakat Desa Berdaya Tegalurung, Lastri Mulyani menjelaskan, Warsan adalah salah satu seorang warga yang mengikuti program lansia berdaya rumah zakat.

“Jadi kita memberikan modal usaha kepada lansia supaya di usia senja bisa produktif. Bapak warsa ini salah seorang yang mengikuti program dan budaya jangkrik dalam usahanya,” pungkas Lastri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bupati Sleman Resmikan Gen Z Institut Sleman: Harapan Besar Generasi Z Membangun Sleman Sembada

Sleman, 16 Juli 2024 – Kabupaten Sleman menyaksikan sebuah tonggak penting dalam pemberdayaan generasi muda dan perempuan dengan peluncuran...
- Advertisement -

Baca berita yang ini