Sandiaga Uno, Penguasa Baru Takhta Sapta Pesona

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Presiden Joko Widodo telah mengumumkan resuffle Kabinet Indonesia Maju, dengan mengganti enam pos kementerian, salah satunya adalah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), yang sebelumnya dipimpin Wishnutama, kini diamanahkan kepada Sandiaga Salahuddin Uno.

Seperti diketahui, Sandiaga Uno adalah seorang pengusaha dan politikus yang namanya terbilang populer di Indonesia. Sebagai pebisnis besar, Sandi juga aktif dalam berbagai dinamika politik di Tanah Air bersama parpol Gerindra.

Pria kelahiran Pekanbaru, 28 Juni 1969 ini sebelumnya pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta mendampingi Anies Baswedan, sejak Oktober 2017, hingga memutuskan mundur pada September 2018, karena maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Ia kemudian bertarung melawan petahana Joko Widodo yang berpasangan dengan Ma’ruf Amin. Pasangan Prabowo-Sandi kemudian keluar sebagai pihak yang kalah.

Usai pertarungan besar itu, Prabowo masuk kabinet sebagai Menteri Pertahanan, sementara Sandiaga kembali mengurusi bisnis dan kegiatan politiknya di Gerindra. Ia akhirnya kembali bergabung dengan Prabowo di Kabinet Indonesia Maju, usai ditetapkan sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif oleh Presiden Jokowi.

Sandiaga meraih gelar sarjananya di Wichita State University pada 1990. Kemudian, menyandang gelar magister di George Washington University pada 1992, dan gelar doktor pada 2020 di Universitas Pelita Harapan.

Sebagai pebisnis besar, Sandiaga Uno memiliki harta yang berlimpah dari hasil kerja kerasnya. Tahun 2009, Sandi pernah masuk daftar 40 orang terkaya di Indonesia, berada di peringkat 29, versi majalah Forbes dengan total harta mencapai 400 juta dolar AS.

Kemudian, peringkatnya turun pada 2018 hingga 2019. Forbes mencatat kekayaan Sandiaga Uno pada 2019 mencapai 350 juta dolar AS.

Sosok yang kerap dijuluki sebagai Papa Online oleh netizen Indonesia ini menikah dengan Noor Asiah Abdul Aziz pada 28 Juli 1996. Dari pernikahannya, Sandi dikaruniai tiga anak, yakni Anneesha Atheera Uno, Amyra Atheefa Uno, dan Sulaiman Saladdin Uno.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG dan Komitmen Pemerintah dalam Transparansi Anggaran Jaminan Gizi Berkualitas

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus diperkuat dari sisitata kelola anggaran agar pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan tepatsasaran. Pemerintah menegaskan bahwa setiap komponen pembiayaan dalamprogram ini telah diatur secara ketat dan harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa manfaat program benar-benar dirasakanoleh masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima utama program. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalampelaksanaan MBG menegaskan bahwa anggaran untuk bahan makanan dalamprogram tersebut telah ditentukan secara jelas. Besaran anggaran tersebut beradapada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi makanan, bukan Rp15.000 sepertiyang sempat beredar di masyarakat. Kebijakan ini ditetapkan agar penyedia makanandapat memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang bagi para penerima manfaat tanpamengabaikan prinsip efisiensi anggaran negara. Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa angka Rp13.000–Rp15.000 yang muncul di beberapa sumber tidakmurni untuk bahan makanan, melainkan sudah termasuk biaya operasional, insentifmitra pelaksana, serta kebutuhan pendukung lain. BGN menegaskan bahwa semua penerima manfaat tetap akan memperoleh makananyang bergizi dan aman dikonsumsi. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mengawasi kualitas bahan makanan, memastikan menu sesuai standar gizi yang ditetapkan. Nanik mengatakan Program MBG tetap memperhatikan kelompok prioritas seperti ibuhamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan. Kualitas makanan menjadi prioritasutama agar tujuan gizi masyarakat tercapai secara optimal. Masyarakat juga diberikan ruang untuk melaporkan dugaan penyimpangan dalam menu MBG. BGN memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas program. Dengan penegasan ini, BGN berharap publik memahami bahwa anggaran untuk bahanmakanan MBG tetap sesuai aturan Rp8.000–Rp10.000, dan setiap penerima manfaattetap memperoleh makanan bergizi tanpa mengurangi kualitas. Selain pengaturan standar anggaran, pemerintah juga memperkuat aspek transparansimelalui pengembangan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi. Upaya inidilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan dana dalam program MBG dapat dipantau dan diaudit dengan lebih mudah. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan(Kemenkeu) meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan pada SatuanPelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG. Hal itusesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negaradan peraturan menteri keuangan nomor 168/ PMK.05/ 2015 sttd. PMK 173/PMK.05/2016 dan PMK...
- Advertisement -

Baca berita yang ini