Nasib Prajurit KNIL yang Dilupakan Belanda

Baca Juga

MINEWS – Sebagian tentara Koninklijkk Nederlandsch-Indisch Leger (KNIL) Ambon terakhir yang tersisa, resmi diberikan medali dan penghormatan oleh Menteri Pertahanan Belanda Inspektur Jenderal Angkatan Bersenjata Hans van Griensven.

Mengapa sebagian, karena masih ada veteran KNIL asal Pulau Maluku yang sepertinya sengaja atau tidak sengaja dilupakan. Seperti yang dialami Mezach Pattikawa, yang hingga saat ini belum mendapatkan pengakuan dari pemerintah Belanda.

Apa yang dialami Mezach tersebut kini dituangkan dalam sebuah surat yang dituliskan oleh sang cucu, Jeftha Pattikawa. Surat berbahasa Belanda yang dikutip dari javapost.nl, pada Rabu 20 Februari 2019, berisikan tentang upaya seorang cucu untuk ‘menghibur’ agar sang kakek melupakan medali dan pengakuan dari Kerajaan Belanda.

Jeftha juga menceritakan kisah perjalanan hidup Mezach yang meninggalkan Maluku demi KNIL dan menetap di Belanda hingga akhir hayatnya. Berikut isi surat Jeftha tersebut:

Kakek yang terhormat,

Kamu pasti tidak percaya ini. Saya membaca berita minggu lalu bahwa tentara KNIL Ambon terakhir yang masih hidup menerima penghormatan dan status veteran dari Kementerian Pertahanan dan medali yang menjadi hak mereka. Saya bertanya-tanya apakah itu pesan dari tahun lima puluhan karena NOS, yang membicarakan tentang ‘orang Ambon’. Apakah saya melewatkan sesuatu? Di artikel tersebut saya sedang berada pada tanggal 30 Oktober 2017. Hampir 70 tahun setelah Anda tiba di Belanda. Saya bertanya-tanya apakah ada tentara KNIL Maluku yang hidup sama sekali.

Kakek pernah mengatakan kepada saya bagaimana bisa sampai di sini untuk bertugas dan menunjukkan surat pemecatan di tangan kakek. Bagaimana kakek bersama keluarga ditempatkan di sebuah kamp konsentrasi kosong dan tidak menerima gaji apapun, apalagi pensiun seorang veteran.

Ini pekerjaan menjadi sulit bagi kakek, karena selain tiga gulden pence per minggu yang diterima dari negara bagian, kakek dipaksa untuk mendapatkan penghasilan dari seorang petani blueberry. Padahal kakek berjuang banyak perang untuk Belanda untuk melindungi koloni tersebut.

Kakek juga mengatakan kepada saya bagaimana harus memindahkan kerikil pada lutut telanjang sebagai hukuman di kamp pengasingan Jepang dengan seberkas sinar di bahumu. Atau terpaksa berjalan di atas tricolor dan meludahi citra ratu. Jelas, ini berbalik dari kesetiaan kakek yang mendalam kepada kerajaan Belanda. Anehnya, kerajaan yang sama mengabaikan kakek di sini selama bertahun-tahun. Mereka meninggalkan kakek dalam kedinginan dan tidak melihatnya.

Jika Kementerian Pertahanan telah mengambil tanggung jawab pada saat itu, maka kemungkinan besar kakek akan menjadi guru matematika atau pemusik, seperti yang pernah kakek katakan kepada saya. Mozart Maluku yang pertama. Apakah kakek ingin menggantungkan pakaian tentara di pohon willow?

Waktu yang pudar dan keadaan yang tidak menguntungkan membuat kakek selamanya menjadi pahlawan perang yang terlupakan, tanpa pengakuan, jauh dari rumah. Betapa sialnya.

Di tempat barak kita sekarang bertingkat rumah dengan monumen di sudut jalan. Saya sendiri tidak lagi tinggal di lingkungan itu, tapi tetap suci bagi saya karena ini adalah tempat di mana kakek berhasil membangun eksistensi yang bermartabat dan terhormat meskipun semuanya ada. Terima kasih untuk waktu yang kakek berikan. Dan lupakan medali itu. Kita tahu lebih baik kan?

*Jeftha Pattikawa adalah seorang penulis dan pembuat film Amsterdam, lahir di sebuah kamp barak Molucca di Gelderland. Dia adalah cucu dari dua tentara KNIL Maluku. Kini, Pattikawa sedang mengerjakan proyek film Lost Tyre , tentang pemuda Maluku dari akhir tahun tujuh puluhan sampai awal tahun sembilan puluhan.

*KNIL adalah tentara kolonial Belanda dan ada dari tahun 1830 sampai 1950. Tentara KNIL harus berperang melawan pejuang kemerdekaan Indonesia. Ketika Belanda kalah dalam pertempuran itu dan Indonesia merdeka, tentara tersebut datang ke Belanda pada tahun 1951. Bukan kehendak bebas mereka sendiri. Mereka tidak bisa tinggal di Indonesia merdeka, karena dianggap kolaborator di sana.

Tinggal di Belanda akan bersifat sementara. Para tentara ditempatkan bersama keluarga mereka di rumah-rumah khusus. Sejak saat itu mereka berjuang untuk mendapatkan pengakuan resmi atas status mereka sebagai mantan militer. Sebuah masalah yang sulit karena pemerintah Belanda tidak mau menanggapi permintaan dan tuntutan yang paling besar.

Berita Terbaru

Sekolah Rakyat: Pendidikan Gratis dan Bebas Perundungan Buka Jalan Generasi Emas

Oleh: Citra Kurnia Khudori)*Pendidikan merupakan salah satu instrumen paling efektif untuk memutus rantaikemiskinan dan membuka peluang mobilitas sosial. Bagi banyak keluargaprasejahtera, akses terhadap pendidikan yang berkualitas sering kali menjaditantangan karena keterbatasan ekonomi maupun lingkungan yang kurangmendukung.Dalam upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045, pemerataan akses pendidikanmenjadi agenda yang sangat penting. Negara perlu memastikan bahwa setiap anak, tanpa memandang latar belakang sosial dan ekonomi, memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas.Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya menumbuhkan optimisme di kalangan peserta didik Sekolah Rakyat. Menurutnya, kesulitan hidup yang dihadapisebagian anak Indonesia tidak boleh menjadi alasan untuk menyerah dalam meraihcita-cita dan masa depan yang lebih baik.Saat mengunjungi salah satu sekolah di Tabanan, Bali, pada 7 Juni 2026, PresidenPrabowo mendorong para siswa agar memanfaatkan kesempatan pendidikan yang diberikan negara sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas hidup. Dalampandangannya, pendidikan merupakan jalan paling efektif untuk mengubah nasibindividu sekaligus memperkuat daya saing bangsa.Pesan tersebut menunjukkan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya dirancang sebagaiprogram pendidikan gratis. Lebih dari itu, program ini merupakan bentuk investasisosial yang bertujuan memberikan harapan dan kesempatan baru bagi anak-anakdari keluarga kurang mampu.Selain menekankan pentingnya pendidikan, Presiden juga mengingatkan perlunyamenciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan. Iamenilai bahwa setiap anak berhak memperoleh ruang belajar yang sehat tanpatekanan psikologis yang dapat menghambat perkembangan dirinya.Sikap saling menghormati harus menjadi budaya yang tumbuh dalam lingkunganpendidikan. Ketika peserta didik belajar menghargai perbedaan dan berinteraksisecara positif, sekolah akan menjadi tempat yang mendukung tumbuhnya karakteryang kuat dan berintegritas.Pentingnya lingkungan belajar yang bebas perundungan tidak dapat dipandangsebelah mata. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa perundungan dapatmemengaruhi kesehatan mental, menurunkan kepercayaan diri, bahkanmenghambat prestasi akademik peserta didik.Komitmen tersebut diperkuat melalui dukungan berbagai pihak dalam mempercepatpembangunan fasilitas pendidikan. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar manfaat program dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara Indonesia, DonyOskaria, menyampaikan bahwa percepatan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya memperluas akses pendidikan gratis bagi keluargaprasejahtera. Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangunsumber daya manusia yang unggul.Ia memandang bahwa investasi di bidang pendidikan akan memberikan manfaatjangka panjang yang besar bagi pembangunan nasional. Dengan akses yang lebihluas terhadap pendidikan berkualitas, peluang anak-anak dari keluarga kurangmampu untuk meningkatkan taraf hidup akan semakin terbuka.Menurut Dony, sinergi antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingandiperlukan agar pembangunan Sekolah Rakyat dapat berjalan secara berkelanjutan. Kolaborasi tersebut menjadi penting untuk memastikan bahwa fasilitas pendidikanyang dibangun benar-benar mampu memenuhi kebutuhan peserta didik.Selain akses dan dukungan kelembagaan, kualitas infrastruktur juga menjadi faktoryang menentukan efektivitas proses pendidikan. Lingkungan belajar yang nyamandan memadai akan membantu peserta didik mengembangkan potensi merekasecara optimal.Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo juga menegaskan bahwa percepatanpembangunan Sekolah Rakyat merupakan bentuk komitmen pemerintah dalammemperluas akses pendidikan bagi masyarakat prasejahtera. Menurutnya, penyediaan sarana pendidikan yang layak menjadi bagian penting dalammewujudkan pemerataan kesempatan belajar.Ia menilai bahwa pembangunan sekolah harus dilakukan dengan standar yang mampu mendukung kebutuhan peserta didik secara maksimal. Infrastrukturpendidikan yang baik bukan hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga mencerminkan keseriusan negara dalam mempersiapkan generasi masa depan.Lebih jauh, Dody memandang bahwa fasilitas pendidikan yang berkualitas akanmemberikan dampak sosial yang luas. Kehadiran sekolah yang memadai dapatmenjadi pusat pengembangan masyarakat sekaligus memperkuat kualitaspendidikan di daerah.Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat tidakhanya bergantung pada kebijakan pendidikan semata. Dukungan infrastruktur, kolaborasi antarlembaga, dan lingkungan belajar yang sehat menjadi faktor yang saling melengkapi dalam mencapai tujuan program.Di tengah tantangan ketimpangan sosial dan ekonomi yang masih dihadapiIndonesia, Sekolah Rakyat menawarkan harapan baru bagi anak-anak dari keluargaprasejahtera. Program ini menunjukkan bahwa negara hadir untuk memastikansetiap anak memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan.Dengan demikian, pendidikan gratis yang didukung lingkungan belajar yang amandan bebas perundungan akan menjadi fondasi penting dalam membangun GenerasiEmas Indonesia. Ketika akses pendidikan semakin merata dan setiap anak merasadihargai di lingkungan sekolah, maka peluang untuk melahirkan generasi yang unggul, berkarakter,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini