Mengulik Kisah Sang Pengemis Cantik yang Turun di Ajang Miss Universe

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Nasib setiap orang tak pernah ada yang tahu, bahkan sesuatu yang mustahil bisa saja terjadi tanpa bisa terpikirkan dengan akal sehat.

Seperti yang terjadi dan dirasakan seorang Wanita cantik Bernama Rita Gaviola dari Filipina.

Tak pernah disadari, dirinya dulu adalah seorang pengemis dengan penampilan yang lusuh dan kotor di pinggir jalan, nasib Rita Gaviola kini berubah dan menjadi orang yang beruntung. 

Semula itu berawal pada 2016 lalu gadis dari Filipina itu sempat viral berkat foto-fotonya saat mengemis di kota kelahirannya di Lucban, Quezon. Foto Rita bersama adiknya yang sedang mengemis itu diabadikan oleh seorang fotografer yang kebetulan menghadiri Festival Pahiyas di kota tersebut. 

Foto Rita yang diberi judul ‘Badjao Girl’ itu diam-diam kemudian diunggah ke media sosial dan tiba-tiba menjadi viral. Kini dirinya dikabarkan mengikuti ajang Miss Universe Filipina 2021.

Diketahui, foto Rita yang diunggah sang fotograger itu viral dan tidak hanya menarik perhatian netizen. Tetapi juga mengundang penasaran seorang ratu kecantikan di Filipina.

Terkesan dengan kehidupan Rita yang harus mengemis demi membantu keluarganya, sang ratu kecantikan berniat untuk mengubah nasib Rita. Ia pun mulai ditawari untuk menjajal menjadi seorang model.

Rita kemudian berhasil membuat namanya menjadi gadis termuda yang beraksi di tingkat internasional dalam sebuah program TV ‘Pinoy Big Brother’. Sejak membintangi reality show tersebut, ia pun semakin dikenal. Rita laris menjadi model dan bintang iklan.

Meski sudah dikenal luas, Ritabaru saja membuat terkejut banyak orang. Ia baru-baru ini mengungkapkan keinginannya untuk mewakili Filipina dalam kontes kecantikan Miss Universe.

Ia termasuk salah satu dari 30 finalis yang akan bersaing memperebutkan gelar Miss Universe Filipina 2021 yang diadakan pada akhir bulan ini.

“Tidak ada kecantikan yang sempurna, itu akan muncul meski kamu punya kekurangan, #miss u universe soon,” tulis Rita.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Mendukung Disiplin Operasional Demi Integritas MBG

Oleh : Rivka Mayangsari*) Komitmen negara dalam membangun generasi sehat dan unggul tidak hanya diwujudkan melaluikebijakan besar, tetapi juga melalui disiplin operasional di lapangan. Inilah yang kini ditegaskan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penguatanpengawasan dan penegakan aturan menjadi langkah nyata untuk memastikan setiap proses berjalan sesuaistandar, transparan, dan berorientasi pada kepentingan anak-anak Indonesia sebagai penerima manfaatutama. Salah satu fokus utama BGN adalah penegakan disiplin penggunaan mobil operasional Satuan PelayananPemenuhan Gizi (SPPG). Kendaraan tersebut secara tegas dilarang digunakan untuk kepentingan pribadi, seperti berbelanja atau urusan lain di luar distribusi MBG. Mobil operasional merupakan bagian vital darirantai distribusi makanan bergizi. Penyimpangan sekecil apa pun berpotensi mengganggu efektivitas dan kredibilitas program. Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, dalam Rapat Koordinasi bersama Kepala SPPG, PengawasKeuangan, dan Pengawas Gizi se-Solo Raya, menegaskan pentingnya penggunaan kendaraan sesuaiperuntukannya. Ketegasan BGN bukan sekadar imbauan administratif. Nanik yang juga membidangiKomunikasi Publik dan Investigasi menegaskan sanksi tegas bagi Kepala SPPG yang terbukti melanggaraturan. Ancaman sanksi ini mencerminkan keseriusan BGN dalam menjaga marwah program strategisnasional. MBG bukan sekadar distribusi makanan, melainkan investasi negara terhadap kualitas sumberdaya manusia. Karena itu, integritas pelaksanaannya tidak boleh ditawar. BGN juga menekankan pentingnya independensi Kepala SPPG. Mereka diminta menolak tegas jika adamitra atau pemasok yang mencoba memanfaatkan kendaraan operasional untuk kepentingan di luardistribusi MBG. BGN menegaskan bahwa pemasok wajib menyediakan kendaraan sendiri untukmengangkut bahan pangan ke dapur SPPG. Ketegasan ini bertujuan menghindari konflik kepentingan dan memastikan tidak ada celah penyimpangan dalam rantai logistik. Dengan menjaga independensi, Kepala SPPG dapat fokus pada misi utama: memastikan makanan bergizisampai tepat waktu dan dalam kondisi aman kepada anak-anak penerima manfaat. Disiplin operasionalbukan sekadar soal aturan teknis, tetapi bagian dari etika pelayanan publik yang mengutamakankepentingan masyarakat. Selain kendaraan operasional, BGN memberi perhatian besar pada pengawasan bahan baku pangan. Proses penerimaan bahan baku di dapur SPPG dinilai sebagai titik krusial dalam menjaga keamananpangan. Pengawas Gizi, Pengawas Keuangan,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini