Mengenal Virgo, Sosok Pahlawan Super Indonesia dalam Jagat Sinema Bumilangit

Baca Juga

MATAINDONESIA, JAKARTA ­– Dimulai dengan film pahlawan super atau superhero Gundala, akhirnya pemain dan karakter Jagat Sinema Bumilangit jilid 1 resmi diumumkan. Pengumuman judul film, karakter, hingga pemain disampaikan langsung oleh Joko Anwar di Atrium Plaza Senayan, Jakarta pada Minggu, 18 Agustus 2019.

Dalam acara peluncuran Jagat Sinema Bumilangit Jilid 1, Joko Anwar, selaku produser kreatif menjelaskan Jagat Bumilangit ini adalah cerita dari tahun 60-an dan film Gundala sebagai awalannya. Film Gundala sendiri baru akan tayang pada 29 Agustus mendatang.

Dari banyak superhero yang diadaptasi komik-komik klasik Indonesia, ada salah satu superhero yang bernama Virgo. Dilansir dari bumilangit.com, Virgo adalah tokoh komik superhero Indonesia ciptaan Jan Mintaraga.

Virgo pertama kali diperkenalkan dalam komik serial Kapten Halilintar judul Ghorgon, oleh penerbit Sastra Kumala pada tahun 1973. Virgo memiliki julukan Bintang Fajar dan hobi bermain musik dengan grup band-nya The Sparkling.

Virgo yang bernama asli Rini ini merupakan seorang cewek yang mendapatkan kekuatan super setelah menggunakan tubuhnya sendiri sebagai percobaan ilmiah ayahnya.

Gadis jelita ini mampu membuat musuhnya bergetar dihadapannya. Ia memiliki beberapa kemampuan super, seperti menghilang dan memancarkan sinar api dari telunjuk. Karakter Virgo memiliki kemiripan dengan dua karakter Fantastic Four, Invisible Woman dan Human Torch.

Dalam Jagat Sinema Bumilangit Jilid 1, tokoh Virgo akan diperankan oleh Zara eks JKT48. Dalam konferensi pers, Zara mengatakan bahwa sebagian karakter Virgo tak jauh beda dari kehidupannya sebagai musisi. Namun ia masih enggan membocorkan secara lengkap bagaimana sosok Virgo yang ia perankan.

“Karakter Virgo lebih main gitar, nyanyi pokoknya anak remaja. Saya belum bisa cerita banyak,” kata Zara pada Minggu, 18 Agustus 2019.

 

Berita Terbaru

Strategi 3B dalam Program MBG Bangun SDM Unggul

Oleh: Citra Kurnia Khudori)* Pembangunan sumber daya manusia yang unggul tidak dapat dilepaskan darikualitas gizi sejak awal kehidupan. Karena itu, intervensi gizi pada ibu hamil, ibumenyusui, dan balita (3B) menjadi langkah penting untuk memastikan generasimasa depan tumbuh sehat dan optimal. Dalam konteks tersebut, strategi 3B dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG)menjadi pendekatan yang relevan dan tepat sasaran. Fokus pada kelompok rentanini menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM harus dimulai dari fase paling awal dalam siklus kehidupan manusia. Perhatian terhadap periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) menjadi kuncidalam upaya mencegah stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak. Jika kebutuhan gizi terpenuhi sejak masa kehamilan hingga balita, fondasi bagilahirnya generasi yang produktif dan berdaya saing akan semakin kuat. Hal tersebut senada dengan penyampaian Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, yang mengatakan bahwa 1.000 HPK merupakan fondasi utama dalam membentukkualitas sumber daya manusia Indonesia yang unggul.  Ia menuturkan, fase sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun Adalah masa emas yang tidak bisa terulang. Investasi terbaik bagi masa depan bangsa adalahmemastikan setiap anak memperoleh gizi, kesehatan, dan pengasuhan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini