7 Fakta Sukanto Tanoto, Konglomerat Penguasa Lahan Ibu Kota Baru

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Pemerintah telah membenarkan bahwa seorang konglomerat bernama Sukanto Tanoto menguasai konsesi lahan ibu kota baru di Kalimantan Timur. Lahan yang dikuasai Sukanto bahkan disebut-sebut mencapai 6000 hektare. Wow!

Sebagian wilayah ibu kota baru saat ini dikuasasi oleh PT ITCI Hutani Manunggal yang ternyata adalah perusahaan milik Sukanto.

Lalu, siapakah sebenarnya Sutanto Tanoto si penguasa lahan ibu kota? Berikut sepak terjangnya yang dirangkum Mata Indonesia News.

1. Orang Terkaya di Indonesia

Tahun 2013 lalu, Sukanto masuk deretan orang terkaya di Indonesia. Total hartanya bahkan tembus 2,3 miliar dolar AS. Mengutip data Forbes, total kekayaan Sukanto tahun 2019 ini masih terbilang cukup tinggi, yakni sekitar 19,7 triliun. Ia juga pernah menjadi pengusaha terkaya se-Singapura dengan nilai kekayaan mencapai Rp 27,6 triliun.

2. Putera Medan

Sukanto adalah putera asli kelahiran Belawan, Medan pada 25 Desember 1949. Ia adalah anak sulung dari 7 bersaudara. Ayahnya adalah imigran asal Putian, Provinsi Fujian, Cina.

3. ‘Patah Pensil’

Karena berdarah asli Cina, apalagi ayahnya belum berkewarganegaraan Indonesia pada masa Orde Baru, Sukanto terpaksa putus sekolah dan tak pernah menyelesaikan pendidikan formalnya semasa pemerintahan Presiden Soeharto. Ia menjalankan bisnis secara otodidak, sampai menjadi salah satu pengusaha raksasa yang diakui dunia. Ia baru menyelesaikan sekolah bisnis pada 1970 di Jakarta, kemudian melanjutkan pendidikan di INSEAD, Prancis.

4. Tinggal di Singapura

Sejak 1997, Sukanto beserta keluarganya memilih tinggal di Singapura dan mendirikan kantor pusatnya di sana. Meski tinggal di negara tetangga, Sukanto tetap merupakan warga negara Indonesia. Dari Singapura-lah, Sukanto semakin melebarkan sayap bisnisnya ke berbagai penjuru.

5. Pengusaha Kayu

Sejak 1973, Sukanto mendirikan perusahaan bernama Royal Golden Eagle International (RGEI) yang saat ini memiliki lebih 50 ribu karyawan dengan aset sekitar 15 miliar dolar AS. RGEI meliputi empat area bisnis utama, yakni  pulp dan kertas (APRIL), agro industri (Asian Agri), dissolving wood pulp dan viscose staple fibre (sateri Holdings Limited) dan pengembangan sumber daya energy (Pacific Oil & Gas).

6. Kehidupan Pribadi

Tak banyak terekspos tentang kehidupan pribadi Sukanto. Namun, yang pasti, ia telah menikah dengan wanita bernama Tinah Bingei, dan dikaruniai empat orang anak, yakni Andre Tanoto, Imelda Tanoto, Belinda Tanoto, Anderson Tanoto.

7. Kegiatan Filantropi

Meski kaya raya, Sukanto tak lupa dengan program-program sosial dan filantropi. Melalui Riau Andalan Pulp and Paper serta Tanoto Foundation yang didirikannya, Sukanto membangun sejumlah sekolah, memberi program-program pembinaan pertanian kepada masyarakat sampai, dan tidak lagi melakukan aktivitas penebangan juga pembakaran lahan.

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini