Tren Kunjungan Wisata di Bantul Menurun, Dispar Pastikan Bukan karena Polemik Sampah di DIY

Baca Juga

Mata Indonesia, Bantul – Dinas Pariwisata Bantul melaporkan bahwa kunjungan wisatawan ke Bumi Projotamansari telah mengalami penurunan selama dua minggu terakhir.

Penurunan ini terjadi karena saat ini kita memasuki musim sepi (low season) yang diperkirakan akan berlangsung beberapa bulan ke depan.

Menurut Kwintarto Heru Prabowo, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul, penurunan kunjungan ini tidak disebabkan oleh masalah sampah yang sedang menjadi polemik di DIY, melainkan lebih karena peralihan musim.

“Setiap tahun, dari bulan Agustus hingga November, merupakan musim sepi karena anak-anak sekolah kembali ke sekolah kan. Tapi, ada kemungkinan peningkatan kunjungan sedikit pada bulan September ketika mahasiswa kembali ke Jogja untuk kuliah,” kata Kwintarto Sabtu 19 Agustus 2023.

Meskipun begitu, perubahan ini tidak begitu signifikan. Kwintarto mengatakan bahwa puncak peningkatan kunjungan diperkirakan akan terjadi pada bulan Desember 2023 mendatang.

Kwintarto belum dapat mengaitkan penurunan kunjungan wisatawan ini dengan masalah sampah yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Sejak bulan Juli, ada penutupan TPST Piyungan, yang menyebabkan penumpukan sampah di beberapa lokasi seperti Ring Road Timur dan Jalan Bugisan.

Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada laporan atau keluhan dari wisatawan yang membatalkan rencana piknik ke Bantul karena masalah sampah.

“Jadi belum ada bukti yang menghubungkan masalah sampah dengan penurunan kunjungan wisatawan,” jelasnya lagi.

Kwintarto menambahkan bahwa sampai saat ini tidak ada penumpukan sampah di destinasi wisata, dan sampah dapat dikelola dengan baik. Volume sampah dapat meningkat saat ada peningkatan kunjungan wisatawan dan selama musim hujan, ketika banyak sampah dari utara dibawa oleh sungai ke laut dan menumpuk di pesisir pantai selatan.

Kasi Promosi dan Informasi Wisata Dispar Bantul, Markus Purnomo Adi menambahkan bahwa jumlah wisatawan pada akhir pekan saat ini berkisar antara 15.000 hingga 20.000 orang, berbeda dengan bulan-bulan sebelumnya yang mencapai 30.000 hingga 40.000 orang. Penurunan ini terjadi karena perubahan musim.

Meskipun begitu, ia mengimbau wisatawan dan pelaku wisata untuk bersama-sama mengurangi penggunaan plastik sulit terurai, khususnya dalam kemasan makanan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Jadi Bagian Integral NKRI, Papua Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Papua merupakan kunci untuk mewujudkan Indonesia Emas pada tahun 2045 mendatang sebagai bagian integral yang sama sekali tidak bisa...
- Advertisement -

Baca berita yang ini