Tekan Kasus Pelanggaran di Daerah Berisiko, Bawaslu Sleman Petakan Antisipasi di Lima Wilayah Ini

Baca Juga

Mata Indonesia, Sleman – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman saat ini sedang melakukan pemetaan daerah berisiko di wilayahnya menjelang Pemilu 2024.

Mereka fokus pada daerah dengan kepadatan penduduk tinggi, termasuk kawasan kampus dan tempat ibadah.

Ketua Bawaslu Sleman, Arjuna Al Ichsan Siregar, mengungkapkan bahwa pihaknya sangat memperhatikan kawasan perkotaan di Kabupaten Sleman. Mereka akan meningkatkan pengawasan guna mengantisipasi situasi yang tidak diinginkan di masa yang akan datang.

“Kami memberikan perhatian khusus pada daerah-daerah padat penduduk seperti Depok, Gamping, Mlati, Kalasan, dan Ngaglik, terutama yang terkait dengan pemilih mahasiswa,” katanya dikutip Senin 25 September 2023.

Tidak hanya kampus yang menjadi fokus perhatian, namun juga tempat ibadah lainnya akan diperhatikan dengan lebih intensif.

“Selain kampus-kampus di wilayah tersebut, kami juga akan memperhatikan panti-panti sosial dan gereja-gereja yang berada di daerah perkotaan,” tambahnya.

Kerawanan yang dikhawatirkan tidak hanya berkaitan dengan potensi konflik atau ketegangan di daerah tersebut, tetapi juga mencakup upaya pendataan yang komprehensif agar semua warga dapat memberikan suaranya.

“Kami berusaha untuk mengantisipasi bagaimana proses pendataan pemilih dapat berjalan secara optimal di lima kecamatan ini,” jelasnya.

Dalam hal pelanggaran, Arjuna menyebut bahwa hingga saat ini belum ada dugaan pelanggaran yang ditemukan di Kabupaten Sleman, baik oleh calon legislatif maupun partai politik.

“Kami belum menemukan dugaan pelanggaran, dan jika ada potensi, kami selalu berupaya mencegahnya sebelum memasuki tahap penanganan pelanggaran,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Jelang Ramadan, Kulon Progo Pastikan 19.069 Tabung LPG Tersedia, Warga Tak Perlu Panic Buying

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, memastikan pasokan LPG bersubsidi tetap aman menjelang Ramadan bahkan sepanjang 2025 dengan alokasi mencapai 19.069...
- Advertisement -

Baca berita yang ini