Ramai soal UKT, UGM Pastikan Tak Ada Kenaikan Biaya termasuk Berikan Subsidi Ini

Baca Juga

Mata Indonesia, Yogyakarta – Ramainya soal Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang diwacanakan naik untuk mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri dan swasta mendapat protes dari sejumlah kalangan.

Namun Universitas Gadjah Mada (UGM) memastikan tak ikut menaikkan UKT bagi mahasiswa mereka, dan memberlakukan skema lain salah satunya Sumbangan Solidaritas Pendidikan Unggul (SSPU).

Melalui, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Keuangan UGM, Supriyadi, menjelaskan bahwa UGM tak akan membebani mahasiswanya.

Bahkan calon mahasiswa yang orang tuanya tinggal, bekerja, dan menerima gaji sebesar Upah Minimum Regional (UMR) di Yogyakarta akan mendapatkan subsidi biaya pendidikan sebesar 100 persen.

Program ini bertujuan untuk meringankan beban biaya pendidikan bagi golongan tertentu.

“Jika orang tua calon mahasiswa tinggal di Jogja, bekerja di Jogja, dan menerima gaji setara UMR, mereka pasti mendapat subsidi 100 persen,” kata Supriyadi Minggu, 2 Juni 2024.

Supriyadi menjelaskan bahwa penentuan UKT mempertimbangkan berbagai variabel, tidak hanya penghasilan orang tua.

“Dalam menentukan UKT, kami memperhitungkan beberapa variabel seperti penghasilan dan pendapatan orang tua, kemampuan finansial seperti jumlah tanggungan, serta indikasi lain yang menunjukkan kevaliditasan data,” jelasnya.

“Kami juga mengolah informasi seperti tagihan listrik dan status penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) sejak SMP atau SMA untuk memastikan data yang valid,” tambahnya.

Semua data tersebut akan dikumpulkan dan diintegrasikan untuk menentukan besaran UKT setiap mahasiswa, termasuk penetapan Indeks Prestasi dan Kinerja (IPI) ke depan.

“Di tempat lain, penetapan subsidi mungkin tidak hanya berdasarkan UMR. Namun, jika penghasilan orang tua sekitar UMR Jogja, pasti akan mendapatkan subsidi 100 persen,” ujarnya.

Supriyadi juga menyebutkan bahwa calon mahasiswa yang orang tuanya tidak tinggal di Jogja tetap memiliki peluang untuk mendapatkan subsidi 100 persen jika penghasilan orang tua sekitar UMR.

“Ada kemungkinan subsidi 100 persen,” imbuhnya.

Penerapan UKT di UGM dibagi ke dalam lima golongan, yaitu subsidi 100 persen, 75 persen, 50 persen, 25 persen, dan golongan UKT unggul.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

BIN Hadirkan Lingkungan Belajar Kondusif Melalui AMN

Badan Intelijen Negara Republik Indonesia (BIN RI) terus berkomitmen kuat untuk membantu meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Tanah Air....
- Advertisement -

Baca berita yang ini