Presiden Jokowi Masuk Ukraina di Malam Hari Menggunakan Kereta Api Menuju Kiev

Baca Juga

MATA INDONESIA, RZESZOWPresiden Jokowi dan ibu negara beserta rombongan masuk ke Ukraina menggunakan kereta api untuk mencapai Kiev Selasa 28 Juni 2022 malam hari.

Informasi itu diungkapkan Sekretaris Kabinet, Pramono Anung melalui akun instagramnya.

“Bismillah Presiden @jokowi dalam perjalanan ke Polandia dengan Pesawat dan setelah itu langsung ke Ukraina dengan menggunakan Kereta Api selama 12 jam,” begitu pernyataan Pram yang dikutip Selasa.
Pramono menegaskan presiden Jokowi selalu mengecek setiap kegiatan dengan detail, termasuk perjalanan ke Ukraina dan Rusia, dalam rombongan yg sangat terbatas.

Menurut informasi Biro Pers dan Informasi Sekretariat Presiden, setibanya di Bandara Rzeszow, Presiden Jokowi dan rombongan disambut Wakil Gubernur Provinsi Rzeszow, Rodoslaw Wiatr, Duta Besar RI untuk Polandia Anita Luhulima, dan Atase Pertahanan RI Kolonel Adi Triadi beserta istri.

Dari bandara, Presiden Jokowi dan rombongan kemudian menuju hotel untuk transit sebelum melanjutkan perjalanan selama 12 jam untuk bertemu Volodymyr Zelenskyy.

Kepada Presiden Zelenskyy, Jokowi akan meminta membuka ruang dialog agar konflik bisa dihentikan.

Dalam beberapa kesempatan Presiden Jokowi mengungkapkan konflik Rusia-Ukraina telah membuat krisis pangan dunia akibat pasokan gandum terhenti.

Setelah bertemu Zelenskyy, Presiden Jokowi akan melanjutkan perjalanan ke Rusia untuk bertemu Presiden Vladimir Putin.

Bahasannya tidak jauh berbeda dengan Zelenskyy.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Teknologi dan Infrastruktur Air Menjadi Andalan Menghadapi Tantangan Kemarau

Oleh: Rendra Fathian )*Pemerintah terus memperkuat berbagai langkah antisipatif dalammenghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebihkering dibandingkan kondisi normal. Tantangan perubahan iklim dan potensi fenomena El Nino mendorong pemerintah untuk mengedepankanpemanfaatan teknologi serta penguatan infrastruktur air sebagaiinstrumen utama dalam menjaga ketahanan masyarakat, keberlanjutansektor pertanian, dan stabilitas pembangunan nasional.Upaya pemerintah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanyaberfokus pada penanganan dampak setelah bencana terjadi, tetapi juga menempatkan mitigasi sebagai bagian penting dari strategi pembangunan. Pendekatan yang berbasis data, teknologi, dan koordinasilintas sektor menjadi fondasi untuk memastikan masyarakat dapatmenghadapi musim kemarau dengan kesiapan yang lebih baik.Peringatan mengenai potensi kemarau yang lebih kering telahdisampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa Indonesia berpotensi mengalami fenomena El Nino pada tahun 2026. Prediksitersebut telah disampaikan sejak Maret 2026 dan kemudian diperkuatoleh informasi yang dirilis Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada awal Juni 2026.Menurut Faisal, El Nino dan musim kemarau merupakan dua fenomenayang berbeda, namun keduanya dapat memengaruhi kondisi curah hujandi berbagai wilayah Indonesia. Hasil pemantauan BMKG hingga akhir Mei menunjukkan indeks ENSO telah mencapai angka yang mengindikasikankondisi El Nino, sementara sebagian wilayah Indonesia telah memasukimusim kemarau.Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan risiko iklim menjadi salah satukekuatan yang dimiliki Indonesia saat ini. Dukungan data dari BMKG, pemantauan satelit, serta sistem peringatan dini memungkinkanpemerintah daerah dan berbagai instansi terkait mengambil keputusanberdasarkan kondisi aktual di lapangan. Pendekatan ini jauh lebih efektifdibandingkan mengandalkan respons setelah dampak kekeringan mulaidirasakan masyarakat.Di Jawa Barat, misalnya,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini