Prabowo Capres Tunggal dari Gerindra, Nasib Sandiaga Uno Gimana?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTAPrabowo Subianto ditegaskan oleh Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani adalah capres tunggal. Hal ini sekaligus membantah kelompok relawan yang mendeklarasikan Sandiaga Uno sebagai capres 2024.

“Capres dari Partai Gerindra hanya satu, tunggal, namanya Prabowo Subianto,” tegas Muzani di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 3 November 2021.

Muzani mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah melakukan konsolidasi internal, penguatan partai dan kekuatan struktur partai untuk Pilpres 2024. Serta mengupayakan kekuatan anggota DPRD Gerindra Kabupaten, Kota dan Provinsi.

“Serta DPR RI hasil pemilu 2019 gimana bisa beri pelayanan, gimana bisa perjuangkan aspirasi yang berkembang di masyarakat. Itu yang sedang kami lakukan,” katanya.

Menurutnya, sisa waktu 2,5 tahun menuju Pilpres 2024 harus digunakan secara maksimal. Gerindra ngotot Prabowo akan jadi capres 2024.

“Termasuk kami juga sedang berupaya gimana Pak Prabowo bisa betul-betul menjadi capres di 2024 yang akan datang,” katanya.

Sebelumnya, Relawan Kawan Sandi (RKS) Kota Bandung menggelar deklarasi dukungan agar Sandiaga Uno maju capres 2024.

“Kami yakin Sandi adalah tokoh yang tepat untuk menjadi presiden 2024,” kata Salah satu deklarator Dewi Trianawati, beberapa waktu lalu.

Deklarasi di tengah aktivitas ekonomi Pasar Antri Baru Cimahi ini menandai cikal bakal perjuangan yang akan dimulai dari Pelaku ekonomi kelas bawah. Dewi menyatakan, deklarasi ini sekaligus menunjukkan masyarakat bergerak menyuarakan perubahan untuk Indonesia baru.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Arah Baru Ekonomi Nasional Menguat Usai PidatoPresiden di DPR

Oleh: Dalia Kinanti )*Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal(KEM-PPKF) RAPBN 2027 menjadi penanda penting arah barupembangunan ekonomi nasional. Kehadiran langsung Presiden untuk memaparkan kebijakan ekonomi dan fiskal memperlihatkan keseriusan pemerintah dalam menjawab tantanganglobal sekaligus memperkuat optimisme terhadap masa depan ekonomiIndonesia.Pemerintah Indonesia memandang situasi ekonomi global yang dipenuhiketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, dan tekanan terhadapnilai tukar sebagai tantangan yang harus dihadapi dengan kebijakan yang terukur. Karena itu, Presiden Prabowo memilih menyampaikan langsungarah kebijakan ekonomi nasional agar publik memperoleh kepastianmengenai strategi pemerintah menjaga stabilitas ekonomi.Presiden Prabowo Subianto menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomiIndonesia selama tujuh tahun terakhir memang menunjukkanperkembangan positif. Namun, Presiden juga mengingatkan masih adanya persoalanmeningkatnya jumlah masyarakat miskin dan rentan miskin sertamenurunnya kelas menengah dalam periode yang sama. Kondisi tersebutdinilai menjadi tanda bahwa arah pembangunan ekonomi perlu diperbaikiagar hasil pertumbuhan dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.Pemerintah menilai pembangunan ekonomi tidak cukup hanya mengejarpertumbuhan angka makro. Pemerintah ingin memastikan pertumbuhanekonomi mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat, memperkuat dayabeli masyarakat, dan memperluas kesempatan ekonomi bagi seluruhlapisan masyarakat.Presiden Prabowo Subianto juga menyoroti rendahnya rasio penerimaannegara terhadap produk domestik bruto dibandingkan sejumlah negara berkembang lain seperti India, Filipina, dan Meksiko. Pemerintahmemandang kondisi tersebut perlu dibenahi karena berdampak terhadapkemampuan negara dalam membiayai pembangunan nasional dan memperluas program kesejahteraan masyarakat.Pemerintah Indonesia menegaskan pembenahan tata kelola ekonomiharus dilakukan secara menyeluruh. Presiden Prabowo mengungkapadanya praktik oknum pelaku usaha yang tidak melaporkan keuntungansecara faktual dan memindahkan perusahaan ke luar negeri demi memperoleh keuntungan lebih besar. Pemerintah menilai praktik tersebutmenghambat optimalisasi penerimaan negara dan mengurangi manfaatekonomi bagi rakyat.Presiden Prabowo Subianto juga menyoroti posisi Indonesia sebagaiprodusen utama sejumlah komoditas dunia yang belum sepenuhnyamemiliki kendali terhadap penentuan harga ekspor. Pemerintah menilaikondisi itu menjadi alasan penting untuk memperkuat hilirisasi industri, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, dan memperkuatkemandirian ekonomi nasional.Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa arah pembangunan ekonomitetap berpedoman pada Pasal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini