Piala Sudirman: Indonesia Tersingkir di Perempatfinal, PBSI Minta Maaf

Baca Juga

MATA INDONESIA, VANTAA – Tim bulutangkis Indonesia tersingkir di perempatfinal Piala Sudirman. PBSI minta maaf pada seluruh masyarakat atas kegagalan ini.

Dibebani target untuk bisa melangkah sejauh mungkin, tim Merah Putih justru sudah terganjal di babak perempatfinal perebutan Piala Sudirman 2021. Skuad Garuda dikalahkan Malaysia 2-3.

Dalam laga knock out kejuaraan bulutangkis beregu campuran dunia yang mentas di Energia Areena, Vantaa, Finlandia, Jumat 1 September 2021, sektor yang bisa diharapkan mendulang poin bagi Indonesia, yaitu ganda putra, tunggal putra, dan ganda campuran, justru gagal. Sebaliknya, di tunggal putri dan ganda putri, berhasil mengambil poin.

“Kami mohon maaf kepada masyarakat Indonesia karena tersisih di perempatfinal oleh Malaysia. Kami sebenarnya sudah tampil optimal, tetapi hasil akhirnya tidak maksimal. Kita tersisih di perempatfinal, dan tidak berhasil memenuhi ekspektasi,” kata Kabid Binpres PP PBSI, Rionny Mainaky.

“Seara keseluruhan, sangat disayangkan sektor yang diharapkan malah tak tercapai sumbang poin. Tetapi secara keseluruhan saya lihat dari segi semangat, daya juang, dan fightnya, para pemain sudah berusaha maksimal. Tentu kita hargai seluruh perjuangan pemain di tengah lapangan. Namun, hasil akhirnya memang belum tercapai,” ujarnya.

Setelah ini, Indonesia akan fokus ke perhelatan Piala Thomas dan Uber. Rionny mengucapkan terima kasih atas dukungan semua masyarakat.

“Terima kasih atas doa dan dukungan masyarakat Indonesia, baik yang hadir ke lapangan langsung maupun di Tanah Air. Kami harus tetap semangat dan bersiap kembali untuk menghadapi Piala Thomas dan Uber pekan depan di Denmark. Kita harus lebih siap. Makanya, hari-hari terakhir di sini saya meminta semua pemain menjaga kondisi,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini