Piala AFF U-19: Thailand dan Vietnam Kalah di Semifinal, Netizen: Karma is Real

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Netizen Indonesia menggeruduk akun Instagram timnas Thailan dan Vietnam usai keduanya kompak sama-sama tersingkir di semifinal Piala AFF U-19.

Rupanya netizen Indonesia masih kesal dengan Thailand dan Vietnam yang dituding ‘main mata’ sehingga membuat Indonesia gagal lolos ke semifinal Piala AFF U-19.

Indonesia, Vietnam, dan Thailand sama-sama mengemas 11 poin, tapi regulas AFF yang menggunakan head-to-head membuat skuat Garuda Nusantara gagal lolos. Jika menggunakan selisih gol, tim asuhan Shin Tae-yong pasti lolos karena paling produktif.

Netizen tidak mempermasalahkan regulasi, tapi permainan yang ditampilkan Thailand dan Vietnam. Saat keduanya bentrok terutama ketika hasil imbang 1-1, pemain Thailand dan Vietnam tak ada hasrat untuk mencetak gol lagi. Mereka hanya melakukan umpan-umpan di daerah permainan sendiri. Pasalnya, hasil 1-1 cukup bagi kedua tim melaju ke semifinal.

Netizen kembali menggeruduk akun Instagram kedua negara itu setelah Thailand dan Vietnam sama-sama tumbang di semifinal. Thailand kalah 0-2 dari Laos sementara Vietnam dihajar Malaysia 0-3.

“Karma is real!!!” tulis salah satu netizen di Instagram Thailand.

“Benar-benar sahabat sejati dua-duanya pulang kampung,” kata netizen lain.

“Hehehe karma bos!!!” tulis netizen lainnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini