Perhatian, Cacar Monyet Ditetapkan Sebagai Darurat Kesehatan Global

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Karena sudah menginfeksi 74 negara, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan pada Sabtu 23 Juli 2022, wabah cacar monyet adalah darurat kesehatan global.

Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang dikutip Minggu 23 Juli 2022.

Wabah tersebut menurut Tedros sudah menginfeksi hampir 17 ribu orang.

“Saya telah memutuskan bahwa wabah cacar monyet global merupakan keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional,” kata kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada pernyataan persnya.

Sejatinya komite ahli WHO pada Kamis 21 Juli 2022 tidak mencapai konsensus perihal itu.

Maka, Tedros memutuskan mengumumkannya untuk memicu peringatan setinggi mungkin.

Ternyata Pemerintah Biden menyambut peringatan tersebut dan mengharapkan tanggapan internasional yang terkoordinasi.

Tedros mencatat, ketika dia mengadakan pertemuan Komite Darurat WHO bulan lalu kasus itu baru menyerang 34.040 orang dari 47 negara.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini