MATA INDONESIA, JAKARTA – Nilai tukar rupiah atas dolar AS di akhir pekan, 6 November 2020 diprediksi akan melanjutkan penguatan. Kemarin rupiah ditutup menguat 1,27 persen ke level Rp 14.380 per dolar AS.
Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan mata uang garuda akan dibayangi oleh hasil Pilpres AS. Pemilu AS bergantung pada penghitungan suara dari beberapa negara bagian yang tersisa. Sementara Trump sudah mengajukan tuntutan hukum dan penghitungan ulang di Pennsylvania dan Michigan.
“Harapan bahwa kemenangan Biden akan mengambil kebijakan yang sedikit lebih lembut pada perdagangan, kemungkinan akan melemahkan dolar AS terhadap mata uang negara-negara yang sering menghadapi ancaman tarif selama pemerintahan Trump,” ujarnya, Kamis sore.
Senada, Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri juga mengatakan bahwa penguatan rupiah hari ini dipengaruhi oleh hasil pemilu AS yang berpotensi dimenangkan Joe Biden, sehingga direspons positif oleh pelaku pasar. Hal ini membuat aliran modal asing kembai masuk ke tanah air.
“Sedangkan dari sentimen domestik, pertumbuhan ekonomi kuartal III-2020 yang baru dirilis menunjukkan adanya perbaikan. Meski masih kontraksi, ini mengindikasikan pemulihan ekonomi yang akan berlanjut secara gradual,” ujarnya, melansir kontan.co.id.
Ibrahim pun memperkirakan penguatan rupiah besok bakal bergerak di rentang Rp 14.330 per dolar AS hingga Rp 14.420 per dolar AS. Sementara Reny meramalkan rupiah akan bergerak dari Rp 14.420 per dolar AS menuju Rp 14.335 per dolar AS.