Moeldoko : Jokowi Tipe Pemimpin yang Berani Ambil Resiko

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai sebagai sosok yang berani ambil resiko. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko terkait pro kontra pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Menurut Moeldoko, regulasi ini sebenarnya bertujuan baik, namun masih banyak yang belum paham soal isi UU tersebut sehingga muncul kritik.

“UU Cipta Kerja ini merupakan salah satu pendekatan inovasi sosial yang mendesak perlu dilakukan Presiden,” ujarnya dalam siaran persnya, Sabtu 17 Oktober 2020.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebenarnya pemerintah tak ingin masyarakat Indonesia susah. Pemerintah telah memikirkan bagaimana masyarakat yang terkena PHK harus mendapatkan pekerjaan.

Moeldoko tak menampik bahwa langkah pemerintah terkait pengesahan beleid ini memang memunculkan risiko dan perdebatan. Tetapi dia menekankan, seorang pemimpin harus bisa membuat perubahan dan berani mengambil risiko, seperti yang dilakukan Jokowi.

Ia lalu mengingatkan soal bonus demografi Indonesia ke depan yang akan tumbuh luar biasa, sementara 80 persen angkatan kerja tingkat pendidikannya masih rendah. Setiap tahun, ada penambahan 2,9 juta angkatan kerja baru dan pandemi ikut memperumit hingga menimbulkan banyak PHK dan juga pekerja yang dirumahkan.

“Untuk itu pemerintah menyederhanakan dan melakukan sinkronisasi berbagai regulasi yang menghambat penciptaan lapangan kerja lewat (UU Omninbus Law Cipta Kerja),” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini