Miris! Bocah 14 Tahun Kena Tipu Rp 1 M oleh Teman Onlinenya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Media sosial tak melulu membawa dampak positif bagi penggunanya. Terlebih lagi bagi anak-anak yang sudah akrab dengan media sosial saat ini.

Pasalnya, banyak oknum yang menyalahgunakan media sosial untuk tindak kejahatan. Seperti penyebaran hoax, konten-konten negatif hingga penipuan.

Seperti yang dialami oleh remaja 14 tahun asal Malaysia ini. Ia mengalami penipuan yang dilakukan oleh teman onlinenya. Bocah ini mengirimkan uang ayahnya dalam jumlah yang sangat besar, yakni mencapai Rp 1 Miliar.

Kepala Departemen Investigasi Kejahatan Komersial Pahang, Inspektur Mohd Wazir Mohd Yusof mengatakan kejadian itu berawal dari remaja tersebut berkenalan dengan seorang gadis bernama Anis di media sosial Facebook.

Gadis itu mengaku menjual handphone dengan harga murah sehingga remaja tersebut tertarik dan menghubunginya. Kemudian keduanya saling berkirim pesan di WhatsApp dan menjadi semakin dekat. Bahkan kedekatannya semakin berlanjut hingga sering bermain game online PUBG bersama.

“Tersangka wanita telah memperkenalkan dirinya sebagai “Anis Nadia Azman Lee” dan keduanya aktif berkomunikasi melalui WhatsApp. Mereka menghabiskan banyak waktu untuk bermain game PUBG mobile,” kata Wazir seperti dikutip dari New Straits Times, Selasa 11 Agustus 2020.

Setelah beberapa bulan, Anis mulai melancarkan aksi penipuannya. Ia mulai meminta remaja tersebut untuk meminjamkan sejumlah uang padanya. Gadis itu mengatakan akan mengembalikan uang tersebut.

Remaja laki-laki yang tidak disebutkan namanya ini percaya begitu saja dan melakukan transaksi pertamanya pada bulan Mei lalu. Hingga 20 Juni, ia telah melakukan total 21 transaksi dengan nilai Rp 1 milyar.

Ayahnya yang seorang pengusaha berusia 53 tahun, kaget saat memeriksa rekening bank onlinenya baru-baru ini. Ia mendapati uang pada rekeningnya habis terkuras. Saat ditanya, putranya mengaku telah mengirimkan uang tunai untuk seorang teman yang berjanji akan melunasinya.

Sang ayah meminta kepada putranya agar uang tersebut segera dikembalikan. Namun begitu remaja laki-laki itu meminta kepada teman onlinenya untuk mengembalikan dana tersebut, ia tidak pernah merespon. Pengusaha itu kemudian melaporkan kasus penipuan itu pada pihak kepolisian Cameron Highlands.

Hingga kini kasus penipuan online ini masih dalam penanganan pihak berwenang untuk diselidiki lebih lanjut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aparat Keamanan Tingkatkan Sinergitas Wujudkan Kelancaran Pilkada

Pilkada yang damai dan aman bukanlah sekadar impian, melainkan suatu keharusan yang bisa kita wujudkan bersama. Dengan sinergi optimal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini