Mahfud MD Ajak Generasi Muda Hindari Hoax Jelang Pemilu 2024

Baca Juga

Mata Indonesia, Yogyakarta – Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM RI Moh Mahfud MD menyampaikan materi kuliah umum dalam “Tut Wuri Handayani: Mendorong dan Politik Ala Anak Muda dalam Menyongsong Pemilu Tahun 2024” di Town Hall Grha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada, Daerah Istimewa Yogyakarta. Rabu (8/3/2023).

Di hadapan mahasiswa baru serta tamu undangan para dekan Fakultas Ilmu Komunikasi dan Ilmu Politik dari sejumlah perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta, Mahfud mengajak generasi muda untuk mengatasi hoaks menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

“Jangan main-main dengan hoaks. itu ancaman dan gangguan, tetapi juga (masih ada) sedikit banyak gangguan ideologis. Ada yang masih mempersoalkan penundaan penyelenggaraan Pemilu. Itu sudah selesai, Pemilu yang digelar setiap 5 tahun ini adalah kalender konstitusional dan tidak bisa diundur dengan alasan apapun juga,”ujar Mahfud.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD, mengatakan bahwa pihaknya ingin menunjukkan usaha-usaha yang lebih nyata yang dipelopori oleh generasi muda khususnya mahasiswa.

Hal tersebut untuk membangun atau melaksanakan program revolusi mental yang disampaikan oleh Presiden RI secara umum.

Sedangkan secara khusus lanjut Mahfud MD adalah dalam rangka menyongsong pemilu yang aman damai tertib, langsung, atau jurdil.

“Untuk mencapai Itu semua tidak cukup pemerintah dan aparat serta lembaga yang melakukan tapi seluruh masyarakat terutama media,” kata Menkopolhukam.

Dalam kesempatan itu, Mahfud juga memastikan bahwa pemerintah mempersiapkan Pemilu 2024 dengan sungguh-sungguh. Pemilu akan dilakukan sesuai dengan kalender konstitusi, yakni 5 tahun sekali.

“Tidak ada perpanjangan, tidak ada penundaan. Itu yang ditunjukkan Pemerintah dengan semua instrumen yang dipersiapkan, dan saya salah seorang yang bertanggung jawab agar pemilu itu terlaksana dengan baik,” kata Mahfud.

Di kalangan peserta hadir antara lain akademisi, mahasiswa, organisasi pemuda, pemuka agama, birookrat sipil maupun militer, dan berbagai unsur masyarakat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini