Kevin/Markus Takluk di Tangan Pasangan Jepang, Merah-Putih Nirgelar di Indonesia Master 2021

Baca Juga

MATA INDONESIA, NUSA DUA – Satu-satunya wakil Indonesia di ajang Indonesia Masters 2021, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Markus Fernaldi Gideon takluk di tangan pasangan asal Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi lewat tiga set 11-21, 21-17, dan 19-21.

Kekalahan unggulan pertama di ajang ini membuat Indonesia yang merupakan tuan rumah nirgelar di ajang Indonesia Master 2021 Super 750 tersebut.

Sejak set pertama, pasangan Jepang sudah tampil menekan. Angka demi angka terus diraih oleh wakil Negeri Tirai Bambu itu dan menutup interval pertama dengan keunggulan 11-5. Usai jeda, pasangan Indonesia seolah tidak diberikan kesempatan.

Meski begitu Kevin/Markus tetap memberi perlawanan dan mencoba mengejar ketertinggalan. Sayang, Dewi Fortuna belum menaungi pasangan Indonesia yang dipaksa menyerah dengan skor akhir 11-21.

Pada set kedua, gentian Kevin/Markus yang menekan. Juara All England 2017 dan 2018 itu berhasil mengumpulkan lima angka tanpa balas dan menutup interval kedua dengan perolehan angka 11-2.

Pada set kedua, pasangan Jepang sempat meningkatkan intensitas serangan. Namun, The Minions tampil baik dan mengklaim babak kedua dengan kemenangan 21-17.

Pada set penentuan, kedua pasangan saling tebar serangan. Kejar-kejaran angka tak dapat terelakkan, 3-3, 6-6, hingga 7-7. Kedua pasangan seolah tak ingin tertinggal jauh.

Satu dropshot menyilang dari Kevin Sanjaya membuat Indonesia unggul 8-7. Sayang, Kevin/Markus gagal memanfaatkan peluang dan kembali kehilangan interval ketiga yang menjadi milik Jepang 9-11.

Usai jeda, Hoki/Kobayashi semakin percaya diri dan memperlebar keunggulan menjadi 15-11. Pasangan ini juga terus memimpin melalui adu-adu drive dan menekan yang membuat Kevin terjatuh saat mengembalikan bola saat papan skor menunjukkan angka 15-18.

Pasangan Indonesia sejatinya mampu menyamakan kedudukan menjadi 19-19. Sayang, Hoki/Kobayashi mampu merebut dua angka terakhir dan menutup partai final Indonesia Master 2021 dengan skor 19-21.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini