Kejar Target Kunjungan Wisatawan di Libur Panjang, Pemkab Gunungkidul Optimistis PAD Capai Setengah Miliar

Baca Juga

Mata Indonesia, Gunung Kidul – Dinas Pariwisata Gunungkidul mengejar jumlah kunjungan wisata selama libur long weekend sebanyak 54.438 orang, mulai dari 1-4 Juni 2023.

Harapannya, peningkatan kunjungan ini akan memberikan kontribusi sebesar setengah miliar sekitar Rp407-500 juta pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Pada kesempatan ini, kami telah melakukan koordinasi antar sektor untuk menyambut libur Hari Pancasila dan perayaan waisak,” ungkap Plt Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono, Rabu 31 Mei 2023.

Dia menjelaskan bahwa peningkatan ini membutuhkan bantuan keamanan. Berdasarkan hasil rapat koordinasi lintas sektor, sebanyak 75 orang personel akan diturunkan.

“Jumlah ini mencakup personel dari TNI-Polri dan petugas dari Pemerintah Kabupaten Gunungkidul,” tambahnya.

Menurut Hary, jumlah personel yang diturunkan masih dapat bertambah karena ada personel Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 1 dan 2 yang ditugaskan untuk pengawasan di kawasan pantai.

“Kami terus melakukan upaya koordinasi dan berharap semuanya berjalan dengan aman dan lancar,” lanjutnya.

Ketika ditanya tentang prediksi di kawasan pesisir selatan, Hary mengakui bahwa akan berkoordinasi dengan petugas SAR yang berjaga.

“Ini menjadi perhatian bersama. Namun, harapannya tidak akan ada masalah sampai jatuh korban jiwa,” ungkapnya.

Menurutnya, akses ke tempat wisata, terutama di kawasan pantai, tidak menjadi masalah. Keberadaan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) dianggap mampu mengurangi kepadatan kendaraan milik pengunjung.

Hal ini terbukti saat libur Lebaran pada akhir Mei lalu, dimana berjalan dengan lancar dan tidak ada kemacetan. Bahkan JJLS sangat membantu wisatawan dalam menuju atau pulang dari destinasi wisata pantai.

Hary juga optimis bahwa target kunjungan selama libur kali ini dapat tercapai.

“Tren pariwisata terus membaik selepas pandemi, dan kami yakin target kunjungan akan terpenuhi,” ujar dia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Penyerahan Dana 11.4 T Bukti Ketegasan Hukum dan Integritas Pemerintah Selamatkan Aset Negara

Oleh: Ahmad SubarkahPemandangan tumpukan uang tunai senilai Rp11,4 triliun di Kantor Kejaksaan Agung pada Jumat, 10 April 2026, bukan sekadar seremonial birokrasi biasa yang kerap menghiasi layarkaca. Bagi publik yang jeli melihat arah kebijakan nasional, peristiwa tersebut adalah proklamasiatas babak baru penegakan hukum di Indonesia, yakni sebuah fase di mana hukum tidak hanyaberfungsi memenjarakan badan, tetapi juga secara agresif memulihkan urat nadi perekonomiannegara. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang baru berjalan sekitar satu setengahtahun, langkah strategis melalui Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) telah menjelmamenjadi instrumen penyelamat fiskal yang sangat konkret dan terukur. Fenomena ini menandaipergeseran paradigma penegakan hukum dari yang bersifat retributif semata menjadi restitusifinansial yang masif demi kepentingan rakyat banyak.Langkah pemerintah dalam menarik denda administratif dan menyita aset hasil kejahatan sektorkehutanan merupakan jawaban cerdas sekaligus berani atas tantangan defisit anggaran yang sedang membayangi. Sebagaimana diketahui, data kuartal pertama tahun 2026 menunjukkanbahwa APBN per 31...
- Advertisement -

Baca berita yang ini