Innalillahi, Mantan Gubernur DKI Surjadi Soedirdja Meninggal Dunia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Mantan Gubernur DKI Jakarta periode 1992-1997, Surjadi Soedirdja meninggal dunia, Selasa 3 Agustus 2021. Kabar ini diunggah Gubernur Anies Baswedan.

“Innalilllahi wa inna ilaihi raji’un. Segenap keluarga besar Pemprov DKI Jakarta mengucapkan turut berdukacita sedalam-dalamnya atas berpulangnya Bapak H. Surjadi Soedirdja (Gubernur DKI Jakarta periode 1992–1997),” tulis Anies di Instagram.

“Semoga amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT, husnul khotimah, dan mendapatkan tempat terbaik di sisiNya. Aamiin,” katanya.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Anies Baswedan (@aniesbaswedan)

 

Tidak diketahui penyebab meninggalnya pria kelahiran 11 Oktober 1938 itu. Surjadi adalah lulusan akademi militer tahun 1962. Dia pernah menjabat Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah pada Oktober 1999–23 Juli 2001.

Saat menjadi Gubernur DKI Jakarta, Surjadi membuat proyek pembangunan rumah susun, menciptakan kawasan hijau, dan juga memperbanyak daerah resapan air.
Surjadi membebaskan jalan-jalan Jakarta dari angkutan becak, program yang telah dimulai sejak gubernur sebelumnya. Soerjadi memberlakukan Sistem Satu Arah pada sejumlah ruas jalan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini