Indonesia Kalah Lawan Vietnam, Shin Tae-yong Salahkan Lapangan

Baca Juga

MATA INDONESIA, PHU THO – Timnas Indonesia U-23 kalah telak lawan Vietnam. Shin Tae-yong menyalahkan kondisi lapangan latihan buruk yang sangat buruk.

Berlaga di laga perdana Grup A SEA Games 2021, Indonesia kalah dengan skor 0-3, Jumat 6 Mei 2022 di Stadion Viet Tri. Shin Tae-yong mengkritik kondisi lapangan tempat skuat Garuda Nusantara latihan.

Pelatih asal Korea Selatan itu menyebut, kondisi lapangan latihan anak asuhnya lebih buruk dari lapangan bocah SD (Sekolah Dasar).

“Sesampainya di Vietnam kami mendapat banyak kerugian seperti lapangan yang kualitasnya di bawah lapangan sekolah dasar,” ujarnya.

“Saya baru merasakan hal seperti ini dalam karier saya. Apalagi ini turnamen internasional tapi diberikan kualitas lapangan seperti kemarin. Vietnam sendiri mendapat kualitas lapangan yang sangat baik karena tuan rumah mendapat keuntungan,” katanya.

Kondisi lapangan latihan yang digunakan Saddil Ramdani dkk., kondisinya berlubang dan berpasir. Shin Tae-yong menyebut, perlakuan tuan rumah kepada tim tamu tidak adil.

“Meski kami datang sebagai tim tamu tapi seharusnya diperlakukan secara fair play. Secara psikologis kami sempat terganggu namun kami akan mempersiapkan tim dengan baik di turnamen ini,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini