Hasil Quick Count Pilkada DIY, Harda Tembus 60 Persen di Sleman, Paling Kecil Marija di Kulon Progo

Baca Juga

Mata Indonesia, Yogyakarta – Pemungutan suara untuk Pilkada DIY telah berlangsung pada Rabu 27 November 2024. Sejumlah calon bupati dan wakilnya, termasuk wali kota dan wakil wali kota sudah memperoleh dukungan suara.

Penyelenggaraan Pilkada 2024 di DIY masih tergolong kondusif, belum ada persoalan yang membuat penghitungan suara terganggu hingga sore tadi.

Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan HB X juga meminta agar Pilkada di Kota Jogja dan seluruh kabupaten berjalan kondusif dan lancar.

“Semoga saja ini bisa berjalan lancar sampai nanti siang, dengan harapan masyarakat bisa menggunakan hak pilihnya secara baik sehingga tetap aman, nyaman, dan sukses,” ujar Sri Sultan, Rabu.

Terlepas dari penyelenggaraan Pilkada yang kondusff, sejumlah lembaga penghitungan cepat telah menunjukkan perolehan suara masing-masing kandidat hingga sore tadi.

Jogja

Seperti di Kota Jogja, paslon Hasto Wardoyo-Wawan Harmawan meraih suara paling tinggi dengan raihan 44,8 persen. Sementara di urutan kedua adalah Afnan Hadikusumo-Singgih Raharjo dengan angka 31,7 persen.

Sementara mantan Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi-Sri Widya Supena meraih 23,4 persen.

Sleman

Selanjutnya di Kabupaten Sleman, di mana terdapat dua pasangan calon yang bertarung, nama Harda Kiswaya dan Danang Maharsa, menang telak. Paslon nomor urut 2 meraih 62 persen suara.

Sementara petahana yakni Kustini Sri Purnomo-Sukamto mengantongi 37 persen suara.

Kulon Progo

Di Kabupatan Kulon Progo, Agung Setyawn-Ambar Purwoko unggul dengan suara terbanyak yakni 42,5 persen.

Menyusul Novida Kartika Hadi-Rini Indriani meraih 37,6 persen. Sementara Marija-Yusron Martofa meraih 12,1 persen suara.

Bantul

Hasil hitung cepat di Kabupaten Bantul peraih suara terbanyak adalah Abdul Halim Muslih-Aris Suharyanta dengan capaian 43,3 persen. Urutan kedua yang sedang mengejar adalah Joko Purnomo-Rony Wijaya dengan raihan 41,3 persen.

Sementara urutan ketiga adalah Untoro Hariadi-Wahyudi Anggoro Hadi dengan meraih 15,2 persen suara.

Gunungkidul

Hasil quick count Pilkada di Kabupaten Gunungkidul untuk sementara dipimpin oleh Endah Subekti Kuntariningsih-Joko Parwoto dengan meraih 41,8 persen.

Selanjutnya paslon Sutrisna Wibawa-Sumanto meraih 29,1 persen suara mengungguli sedikit paslon petahana, Sunaryanto-Mahmud Ardi Widanto yang mendapat 28,9 persen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG dan Komitmen Pemerintah dalam Transparansi Anggaran Jaminan Gizi Berkualitas

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus diperkuat dari sisitata kelola anggaran agar pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan tepatsasaran. Pemerintah menegaskan bahwa setiap komponen pembiayaan dalamprogram ini telah diatur secara ketat dan harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa manfaat program benar-benar dirasakanoleh masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima utama program. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalampelaksanaan MBG menegaskan bahwa anggaran untuk bahan makanan dalamprogram tersebut telah ditentukan secara jelas. Besaran anggaran tersebut beradapada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi makanan, bukan Rp15.000 sepertiyang sempat beredar di masyarakat. Kebijakan ini ditetapkan agar penyedia makanandapat memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang bagi para penerima manfaat tanpamengabaikan prinsip efisiensi anggaran negara. Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa angka Rp13.000–Rp15.000 yang muncul di beberapa sumber tidakmurni untuk bahan makanan, melainkan sudah termasuk biaya operasional, insentifmitra pelaksana, serta kebutuhan pendukung lain. BGN menegaskan bahwa semua penerima manfaat tetap akan memperoleh makananyang bergizi dan aman dikonsumsi. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mengawasi kualitas bahan makanan, memastikan menu sesuai standar gizi yang ditetapkan. Nanik mengatakan Program MBG tetap memperhatikan kelompok prioritas seperti ibuhamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan. Kualitas makanan menjadi prioritasutama agar tujuan gizi masyarakat tercapai secara optimal. Masyarakat juga diberikan ruang untuk melaporkan dugaan penyimpangan dalam menu MBG. BGN memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas program. Dengan penegasan ini, BGN berharap publik memahami bahwa anggaran untuk bahanmakanan MBG tetap sesuai aturan Rp8.000–Rp10.000, dan setiap penerima manfaattetap memperoleh makanan bergizi tanpa mengurangi kualitas. Selain pengaturan standar anggaran, pemerintah juga memperkuat aspek transparansimelalui pengembangan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi. Upaya inidilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan dana dalam program MBG dapat dipantau dan diaudit dengan lebih mudah. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan(Kemenkeu) meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan pada SatuanPelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG. Hal itusesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negaradan peraturan menteri keuangan nomor 168/ PMK.05/ 2015 sttd. PMK 173/PMK.05/2016 dan PMK...
- Advertisement -

Baca berita yang ini