Gempa Berkekuatan Besar Terjadi di Haiti dan Alaska

Baca Juga

MATA INDONESIA, NEW YORK – Dua gempa berkekuatan besar terjadi di Haiti dan Alaska, Sabtu 14 Agustus 2021.

Mengutip Reuters, gempa berkekuatan magnitudo (M) 7,2 terjadi di Haiti. Gempa tersebut dilaporkan berpotensi tsunami. Gempa tersebut terjadi pada kedalaman 10 kilometer.

Pusat gempa berada pada jarak 8 kilometer dari kota Petit Trou de Nippes atau sekitar 150 kilometer dari Ibu Kota Port-au-Prince. Sistem Peringatan Tsunami AS mengeluarkan peringatan tsunami setelah gempa itu terjadi. Media Haiti melaporkan beberapa orang di sepanjang pantai juga telah melarikan diri ke pegunungan usai gempa tersebut.

Kepanikan terjadi karena guncangan yang dirasakan warga di sekitar pantai besar dan membuat beberapa bangunan roboh.

Sementara gempa berkekuatan magnitudo (M) 6,8 mengguncang wilayah Pantai Alaska. Gempa terjadi pada kedalaman 44 kilometer.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa terjadi, Sabtu 14 Agustus 2021, sekitar pukul 18.57 WIB. BMKG menyebut gempa yang terjadi berjenis gempa dangkal.

BMKG menganalisis berdasarkan sumber, gempa tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Gempa dilaporkan tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia.

.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Menutup Kesenjangan Layanan Kesehatan melalui Koperasi Desa

Oleh: Yandi Arya Adinegara )*Kesenjangan layanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedesaan masihmenjadi pekerjaan rumah besar dalam pembangunan nasional. Di satu sisi, kota-kota besar menikmati akses rumah sakit modern, tenaga medis memadai, sertadistribusi obat yang relatif lancar. Di sisi lain, banyak desa masih menghadapiketerbatasan fasilitas kesehatan, minimnya ketersediaan obat, hingga rendahnyaketerjangkauan layanan bagi masyarakat.Dalam konteks inilah, langkah pemerintah menghadirkan Koperasi Desa/Kelurahan(Kopdes) Merah Putih sebagai simpul layanan kesehatan sekaligus pusat ekonomidesa patut diapresiasi sebagai terobosan strategis dan relevan dengan kebutuhanzaman.Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih tidakhanya dirancang sebagai penggerak ekonomi lokal, tetapi juga menjadi ujungtombak pelayanan kesehatan masyarakat desa. Setiap koperasi akan dilengkapidengan gerai obat dan klinik kesehatan, sebuah inovasi yang secara langsungmenyasar persoalan klasik: keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah pedesaan. Pernyataan ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari desainkebijakan yang terintegrasi lintas sektor.Selama ini, salah satu persoalan mendasar adalah masih adanya warga desa yang belum terjangkau oleh program jaminan kesehatan nasional. Kehadiran klinik desaberbasis koperasi membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan layanankesehatan yang lebih dekat, murah, dan mudah diakses. Ferry Juliantonomenekankan bahwa pemerintah ingin memastikan masyarakat desa memperolehjaminan pelayanan kesehatan yang layak, melalui sinergi antara Kementerian Koperasi, Kementerian Kesehatan, dan BPJS Kesehatan.Langkah kolaboratif ini diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahamanantara Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi dan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito. Kerja sama tersebut tidak hanya bertujuanmemperluas cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional...
- Advertisement -

Baca berita yang ini