Gempa 6,4 di Mentawai, Guncangannya Bikin Warga Sumbar Berlarian ke Luar Bangunan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA Gempa dengan magnitudo 6,4 mengguncang Kepulauan Mentawai, Senin 29 Agustus 2022, pukul 10.29 WIB.

Guncangannya dirasakan sangat keras oleh banyak warga sehingga mereka melarikan diri ke tempat aman.

Pusat gempa berada di laut 116 kilometer barat laut Kepulauan Mentawai dengan kedalaman 10 kilometer.

Getaran gempa itu dirasakan mulai dari Siberut, Painan, Padang, Padang Panjang, Bukittinggi hingga Solok Selatan.

Pemilik akun Jo  @warganet_nolep mengisahkan warga di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) berlarian keluar terminal.

“Stay safe guys, ini di bandara BIM padang rang orang pada keluar semua,” ujar Jo.

Beberapa warga merasakan guncangan tersebut lumayan lama seperti diungkapkan pemilik akun Papa zola୧⍤⃝? @BbyyYoung.

“iya wee, lama banget tdi pikir awak nan paniang??.”

Tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan BMKG.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini